alexametrics
23.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Warga Desa Jebung Kidul Adukan PDAM ke DPRD Bondowoso

Air Macet, Diduga Ada Permainan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah warga di Desa Jebung Kidul, Kecamatan Tlogosari, mengeluh karena hampir setiap hari air PDAM macet. Bahkan sejumlah warga sempat mengadu ke DPRD Bondowoso. Warga menengarai ada permaian aliran air yang dilakukan oleh PDAM. Perusahan pelat merah itu diduga menjual ke perusahaan.

Salah seorang warga Desa Jebung Kidul, Adnan mengatakan, sepulang atau ketika akan berangkat kerja pihaknya mengaku kesulitan untuk mandi karena air tidak mengalir sama sekali. Ia mengaku sempat berkomunikasi dengan petugas PDAM Unit Tlogosari sekitar 15 Agustus lalu. “Kami betul-betul butuh air. Masak kami mandi di sungai,” katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, kemarin (1/9).

Menurutnya, air PDAM selama ini sama sekali tidak mengalir. Kalaupun mengalir malam hari, itu pun harus ditunggui. “Kami kan pagi siang capek kerja. Malam hari masak harus nunggoni (menunggu, Red) air. Hanya sekadar untuk minum dan masak. Itupun tidak cukup,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pihaknya juga sempat mendatangi petugas di PDAM Unit Tlogosari. Memang ketika didatangi petugas, airnya mengalir tetapi kecil. “Kalau didatangi baru mengalir. Kalau tidak didatangi tidak mengalir, kami yang menjadi korban. Akhirnya kami mengadu ke DPRD,” jelasnya.

Menurutnya, usai mengadu ke Fraksi PKB DPRD, belum lama ini, Direktur PDAM dikabarkan mau turun lapangan. “Tetapi tidak datang. Katanya direkturnya datang ke orang yang tidak ikut ke DPRD. Itu pun baru sebentar dan tidak menemui warga yang mengadu ke DPRD,” jelasnya.

Dia menambahkan, total ada sekitar 80 lebih pelanggan di Desa Jebung Kidul RT 1 dan RT 2 yang terdampak macetnya air PDAM. “Airnya seperti itu (tidak lancar) rekening tetap jalan. Tagihan tetap sama. Biasanya nol sampai 10 kubik dihitung 10 kubik. Padahal kami memakainya di bawah 10 kubik,” jelasnya.

Lebih lanjut, permasalahan air PDAM tersebut sebenarnya sudah terjadi tiga tahun terakhir atau sejak 2019 lalu. Adnan menagku, sampai kemarin tidak ada ada perubahan atau tidak normal. Pihaknya menduga, PDAM menjual air tersebut ke perusahaan. Sebab di Lombok Kulon, kata dia, ada perusahaan tembakau hidroponik. “Ini hanya praduga ya. Saya sudah ngomong ke Ka Unit agar mau membagi waktu. Malam buat kami, siang untuk daerah lain. Tetapi dia bilang jangan ada yang dikorbankan. Tetapi praktiknya, selama ini kami yang dikorbankan,” kesalnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah warga di Desa Jebung Kidul, Kecamatan Tlogosari, mengeluh karena hampir setiap hari air PDAM macet. Bahkan sejumlah warga sempat mengadu ke DPRD Bondowoso. Warga menengarai ada permaian aliran air yang dilakukan oleh PDAM. Perusahan pelat merah itu diduga menjual ke perusahaan.

Salah seorang warga Desa Jebung Kidul, Adnan mengatakan, sepulang atau ketika akan berangkat kerja pihaknya mengaku kesulitan untuk mandi karena air tidak mengalir sama sekali. Ia mengaku sempat berkomunikasi dengan petugas PDAM Unit Tlogosari sekitar 15 Agustus lalu. “Kami betul-betul butuh air. Masak kami mandi di sungai,” katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, kemarin (1/9).

Menurutnya, air PDAM selama ini sama sekali tidak mengalir. Kalaupun mengalir malam hari, itu pun harus ditunggui. “Kami kan pagi siang capek kerja. Malam hari masak harus nunggoni (menunggu, Red) air. Hanya sekadar untuk minum dan masak. Itupun tidak cukup,” paparnya.

Pihaknya juga sempat mendatangi petugas di PDAM Unit Tlogosari. Memang ketika didatangi petugas, airnya mengalir tetapi kecil. “Kalau didatangi baru mengalir. Kalau tidak didatangi tidak mengalir, kami yang menjadi korban. Akhirnya kami mengadu ke DPRD,” jelasnya.

Menurutnya, usai mengadu ke Fraksi PKB DPRD, belum lama ini, Direktur PDAM dikabarkan mau turun lapangan. “Tetapi tidak datang. Katanya direkturnya datang ke orang yang tidak ikut ke DPRD. Itu pun baru sebentar dan tidak menemui warga yang mengadu ke DPRD,” jelasnya.

Dia menambahkan, total ada sekitar 80 lebih pelanggan di Desa Jebung Kidul RT 1 dan RT 2 yang terdampak macetnya air PDAM. “Airnya seperti itu (tidak lancar) rekening tetap jalan. Tagihan tetap sama. Biasanya nol sampai 10 kubik dihitung 10 kubik. Padahal kami memakainya di bawah 10 kubik,” jelasnya.

Lebih lanjut, permasalahan air PDAM tersebut sebenarnya sudah terjadi tiga tahun terakhir atau sejak 2019 lalu. Adnan menagku, sampai kemarin tidak ada ada perubahan atau tidak normal. Pihaknya menduga, PDAM menjual air tersebut ke perusahaan. Sebab di Lombok Kulon, kata dia, ada perusahaan tembakau hidroponik. “Ini hanya praduga ya. Saya sudah ngomong ke Ka Unit agar mau membagi waktu. Malam buat kami, siang untuk daerah lain. Tetapi dia bilang jangan ada yang dikorbankan. Tetapi praktiknya, selama ini kami yang dikorbankan,” kesalnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah warga di Desa Jebung Kidul, Kecamatan Tlogosari, mengeluh karena hampir setiap hari air PDAM macet. Bahkan sejumlah warga sempat mengadu ke DPRD Bondowoso. Warga menengarai ada permaian aliran air yang dilakukan oleh PDAM. Perusahan pelat merah itu diduga menjual ke perusahaan.

Salah seorang warga Desa Jebung Kidul, Adnan mengatakan, sepulang atau ketika akan berangkat kerja pihaknya mengaku kesulitan untuk mandi karena air tidak mengalir sama sekali. Ia mengaku sempat berkomunikasi dengan petugas PDAM Unit Tlogosari sekitar 15 Agustus lalu. “Kami betul-betul butuh air. Masak kami mandi di sungai,” katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, kemarin (1/9).

Menurutnya, air PDAM selama ini sama sekali tidak mengalir. Kalaupun mengalir malam hari, itu pun harus ditunggui. “Kami kan pagi siang capek kerja. Malam hari masak harus nunggoni (menunggu, Red) air. Hanya sekadar untuk minum dan masak. Itupun tidak cukup,” paparnya.

Pihaknya juga sempat mendatangi petugas di PDAM Unit Tlogosari. Memang ketika didatangi petugas, airnya mengalir tetapi kecil. “Kalau didatangi baru mengalir. Kalau tidak didatangi tidak mengalir, kami yang menjadi korban. Akhirnya kami mengadu ke DPRD,” jelasnya.

Menurutnya, usai mengadu ke Fraksi PKB DPRD, belum lama ini, Direktur PDAM dikabarkan mau turun lapangan. “Tetapi tidak datang. Katanya direkturnya datang ke orang yang tidak ikut ke DPRD. Itu pun baru sebentar dan tidak menemui warga yang mengadu ke DPRD,” jelasnya.

Dia menambahkan, total ada sekitar 80 lebih pelanggan di Desa Jebung Kidul RT 1 dan RT 2 yang terdampak macetnya air PDAM. “Airnya seperti itu (tidak lancar) rekening tetap jalan. Tagihan tetap sama. Biasanya nol sampai 10 kubik dihitung 10 kubik. Padahal kami memakainya di bawah 10 kubik,” jelasnya.

Lebih lanjut, permasalahan air PDAM tersebut sebenarnya sudah terjadi tiga tahun terakhir atau sejak 2019 lalu. Adnan menagku, sampai kemarin tidak ada ada perubahan atau tidak normal. Pihaknya menduga, PDAM menjual air tersebut ke perusahaan. Sebab di Lombok Kulon, kata dia, ada perusahaan tembakau hidroponik. “Ini hanya praduga ya. Saya sudah ngomong ke Ka Unit agar mau membagi waktu. Malam buat kami, siang untuk daerah lain. Tetapi dia bilang jangan ada yang dikorbankan. Tetapi praktiknya, selama ini kami yang dikorbankan,” kesalnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/