alexametrics
24.8 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Terentaskan dari Daerah Tertinggal

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Sejak 2015, Kabupaten Bondowoso masuk daftar daerah yang berstatus Daerah Tertinggal. Ada empat kabupaten di Jawa Timur yang dinyatakan dengan status daerah tertinggal. Selain Bondowoso, ada Situbondo, Bangkalan dan Sampang. Namun dengan adanya Keputusan Meteri Desa-PDTT Nomor 79 2019, status itu sudah dicabut. Artinya Bondowoso sudah terentaskan dari status daerah tertinggal. Bersama semua daerah lainnya.

Bupati Salwa Arifin mengungkapkan rasa bahagia. Pihaknya berterimakasih kepada pemerintah yang telah mencabut status daerah tertinggal bagi Bondowoso. Tentunya hal itu tidak lepas dari berbagai inovasi yang dilakukan Pemkab Bodowoso. “Pemkab harus tergugah, harus lebih semangat lagi. Karena sudah terentaskan dari daerah tertinggal, pemerintah harus bekerja keas. Jangan sampai ini turun lagi,” jelasnya.

Dijelaskan, dengan status sudah bukan daerah tertinggal, tentunya bantuan dari pemerintah pusat tidak seperti dulu lagi. Karenanya harus bekerja keras. Biasanya kalau sudah mentas, maka akan dikurangi sentuhan dari pemerintah pusat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara Kepala Bappeda Farida mengatakan, adanya perubahan status itu karena indeks minimum tertinggal sudah dilampaui Bondowoso. Kementerian memiliki standar minimal indeks minimum 0,44. Sedangkan Bondowoso indeksnya sudah 0,50. Karenanya kementerian mengeluarkan KepMen pengentasan daerah tertinggal. “Walau statusnya sudah terentaskan, namun tiga tahun kedepan ini Pemkab Bondowoso masih menjadi binaan PDTT maupun dari provinsi,” jelasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Sejak 2015, Kabupaten Bondowoso masuk daftar daerah yang berstatus Daerah Tertinggal. Ada empat kabupaten di Jawa Timur yang dinyatakan dengan status daerah tertinggal. Selain Bondowoso, ada Situbondo, Bangkalan dan Sampang. Namun dengan adanya Keputusan Meteri Desa-PDTT Nomor 79 2019, status itu sudah dicabut. Artinya Bondowoso sudah terentaskan dari status daerah tertinggal. Bersama semua daerah lainnya.

Bupati Salwa Arifin mengungkapkan rasa bahagia. Pihaknya berterimakasih kepada pemerintah yang telah mencabut status daerah tertinggal bagi Bondowoso. Tentunya hal itu tidak lepas dari berbagai inovasi yang dilakukan Pemkab Bodowoso. “Pemkab harus tergugah, harus lebih semangat lagi. Karena sudah terentaskan dari daerah tertinggal, pemerintah harus bekerja keas. Jangan sampai ini turun lagi,” jelasnya.

Dijelaskan, dengan status sudah bukan daerah tertinggal, tentunya bantuan dari pemerintah pusat tidak seperti dulu lagi. Karenanya harus bekerja keras. Biasanya kalau sudah mentas, maka akan dikurangi sentuhan dari pemerintah pusat.

Sementara Kepala Bappeda Farida mengatakan, adanya perubahan status itu karena indeks minimum tertinggal sudah dilampaui Bondowoso. Kementerian memiliki standar minimal indeks minimum 0,44. Sedangkan Bondowoso indeksnya sudah 0,50. Karenanya kementerian mengeluarkan KepMen pengentasan daerah tertinggal. “Walau statusnya sudah terentaskan, namun tiga tahun kedepan ini Pemkab Bondowoso masih menjadi binaan PDTT maupun dari provinsi,” jelasnya.

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Sejak 2015, Kabupaten Bondowoso masuk daftar daerah yang berstatus Daerah Tertinggal. Ada empat kabupaten di Jawa Timur yang dinyatakan dengan status daerah tertinggal. Selain Bondowoso, ada Situbondo, Bangkalan dan Sampang. Namun dengan adanya Keputusan Meteri Desa-PDTT Nomor 79 2019, status itu sudah dicabut. Artinya Bondowoso sudah terentaskan dari status daerah tertinggal. Bersama semua daerah lainnya.

Bupati Salwa Arifin mengungkapkan rasa bahagia. Pihaknya berterimakasih kepada pemerintah yang telah mencabut status daerah tertinggal bagi Bondowoso. Tentunya hal itu tidak lepas dari berbagai inovasi yang dilakukan Pemkab Bodowoso. “Pemkab harus tergugah, harus lebih semangat lagi. Karena sudah terentaskan dari daerah tertinggal, pemerintah harus bekerja keas. Jangan sampai ini turun lagi,” jelasnya.

Dijelaskan, dengan status sudah bukan daerah tertinggal, tentunya bantuan dari pemerintah pusat tidak seperti dulu lagi. Karenanya harus bekerja keras. Biasanya kalau sudah mentas, maka akan dikurangi sentuhan dari pemerintah pusat.

Sementara Kepala Bappeda Farida mengatakan, adanya perubahan status itu karena indeks minimum tertinggal sudah dilampaui Bondowoso. Kementerian memiliki standar minimal indeks minimum 0,44. Sedangkan Bondowoso indeksnya sudah 0,50. Karenanya kementerian mengeluarkan KepMen pengentasan daerah tertinggal. “Walau statusnya sudah terentaskan, namun tiga tahun kedepan ini Pemkab Bondowoso masih menjadi binaan PDTT maupun dari provinsi,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/