alexametrics
26.5 C
Jember
Monday, 27 June 2022

Angka Pernikahan Dini Masih Tinggi

Enam Bulan, 517 Permohonan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Angka pernikahan dini di Bondowoso selama enam bulan terakhir cukup tinggi. Terhitung mulai bulan Januari hingga Juni kemarin, ada 517 permohonan pernikahan dengan calon pengantin yang masih di bawah umur. Hal itu mengacu pada data permohonan dispensasi kawin di Pengadilan Agama (PA) Bondowoso.

Berdasarkan data dari PA, dalam enam bulan sudah ada 517 permohonan kawin di PA Bondowoso. Menanggapi kondisi itu, Ketua LSM Edellweis yang bergerak di bidang perempuan dan anak, Murti Jasmani, mengatakan, satu indikator kabupaten layak anak (KLA) adalah pernikahan dini. “Semangat KLA adalah semangat yang harus didasari oleh persoalan sebelumnya dan dicarikan solusinya,” katanya.

Apalagi, kata dia, pada 2020 lalu permohonan dispensasi kawin mencapai 1.077 pemohon. “Data ini harus cukup menjadi bahan kajian sebagai program kerja tahun berikutnya. Sebab, program kerja itu menjawab isu persoalan sebelumnya,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) harus duduk bersama dengan berbagai stakeholder. Seperti PA, Kementerian Agama, Dinas Sosial, dan lainnya, untuk mencari akar persoalannya. “Sehingga akan menemukan program kerja yang baik. Agar DPPKB tidak bekerja sendirian,” jelasnya.

Menurutnya, Bondowoso mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) untuk pelayanan PPA tahun 2021 sebesar Rp 374 juta. Ini bisa menjadi anggaran untuk melakukan reformasi besar-besaran dalam hal manajemen penanganan kasus.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kepala DPPKB Bondowoso Agus Swardjito mengatakan bahwa status KLA Bondowoso masih strata madya. “Sebetulnya kan angka-angka pernikahan anak harus berapa dan sebagainya, itu kan by progress,” jelasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Angka pernikahan dini di Bondowoso selama enam bulan terakhir cukup tinggi. Terhitung mulai bulan Januari hingga Juni kemarin, ada 517 permohonan pernikahan dengan calon pengantin yang masih di bawah umur. Hal itu mengacu pada data permohonan dispensasi kawin di Pengadilan Agama (PA) Bondowoso.

Berdasarkan data dari PA, dalam enam bulan sudah ada 517 permohonan kawin di PA Bondowoso. Menanggapi kondisi itu, Ketua LSM Edellweis yang bergerak di bidang perempuan dan anak, Murti Jasmani, mengatakan, satu indikator kabupaten layak anak (KLA) adalah pernikahan dini. “Semangat KLA adalah semangat yang harus didasari oleh persoalan sebelumnya dan dicarikan solusinya,” katanya.

Apalagi, kata dia, pada 2020 lalu permohonan dispensasi kawin mencapai 1.077 pemohon. “Data ini harus cukup menjadi bahan kajian sebagai program kerja tahun berikutnya. Sebab, program kerja itu menjawab isu persoalan sebelumnya,” jelasnya.

Menurutnya, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) harus duduk bersama dengan berbagai stakeholder. Seperti PA, Kementerian Agama, Dinas Sosial, dan lainnya, untuk mencari akar persoalannya. “Sehingga akan menemukan program kerja yang baik. Agar DPPKB tidak bekerja sendirian,” jelasnya.

Menurutnya, Bondowoso mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) untuk pelayanan PPA tahun 2021 sebesar Rp 374 juta. Ini bisa menjadi anggaran untuk melakukan reformasi besar-besaran dalam hal manajemen penanganan kasus.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kepala DPPKB Bondowoso Agus Swardjito mengatakan bahwa status KLA Bondowoso masih strata madya. “Sebetulnya kan angka-angka pernikahan anak harus berapa dan sebagainya, itu kan by progress,” jelasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Angka pernikahan dini di Bondowoso selama enam bulan terakhir cukup tinggi. Terhitung mulai bulan Januari hingga Juni kemarin, ada 517 permohonan pernikahan dengan calon pengantin yang masih di bawah umur. Hal itu mengacu pada data permohonan dispensasi kawin di Pengadilan Agama (PA) Bondowoso.

Berdasarkan data dari PA, dalam enam bulan sudah ada 517 permohonan kawin di PA Bondowoso. Menanggapi kondisi itu, Ketua LSM Edellweis yang bergerak di bidang perempuan dan anak, Murti Jasmani, mengatakan, satu indikator kabupaten layak anak (KLA) adalah pernikahan dini. “Semangat KLA adalah semangat yang harus didasari oleh persoalan sebelumnya dan dicarikan solusinya,” katanya.

Apalagi, kata dia, pada 2020 lalu permohonan dispensasi kawin mencapai 1.077 pemohon. “Data ini harus cukup menjadi bahan kajian sebagai program kerja tahun berikutnya. Sebab, program kerja itu menjawab isu persoalan sebelumnya,” jelasnya.

Menurutnya, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) harus duduk bersama dengan berbagai stakeholder. Seperti PA, Kementerian Agama, Dinas Sosial, dan lainnya, untuk mencari akar persoalannya. “Sehingga akan menemukan program kerja yang baik. Agar DPPKB tidak bekerja sendirian,” jelasnya.

Menurutnya, Bondowoso mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) untuk pelayanan PPA tahun 2021 sebesar Rp 374 juta. Ini bisa menjadi anggaran untuk melakukan reformasi besar-besaran dalam hal manajemen penanganan kasus.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kepala DPPKB Bondowoso Agus Swardjito mengatakan bahwa status KLA Bondowoso masih strata madya. “Sebetulnya kan angka-angka pernikahan anak harus berapa dan sebagainya, itu kan by progress,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/