alexametrics
23.3 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Manfaatkan Media Sosial untuk Hadapi Pandemi

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 memang sangat dirasakan dampaknya oleh para pengusaha. Misalnya, pengusaha depo air minum yang mengalami penurunan omzet. Namun, ada saja peluang untuk menghadapi hadangan pandemi yang tidak diketahui kapan berakhirnya. Salah satunya memanfaatkan media sosial.

Abdullah Fahmi, 33, owner salah satu depo air minum di Bondowoso, menyampaikan, untuk tetap menarik pembeli, dirinya menggunakan media sosial (medsos) dalam memasarkan air minumnya. Hal tersebut dinilai efektif untuk melakukan penjualan. Walaupun tentunya penjualan airnya jauh berbeda dibandingkan dengan penjualan air sebelum adanya pandemi. Tetapi, dengan cara ini, pembeli masih terus ada setiap harinya.

Berdasarkan catatannya, sebelum pandemi bisa menjual sampai 250 galon air setiap hari. Tapi saat pandemi, setiap hari hanya bisa menjual 100 hingga 170 galon saja. “Banyak pembeli yang keberatan dengan pembayarannya. Kan pandemi memang banyak berdampak, termasuk pada finansialnya. Akhirnya, banyak berkurang orang sekarang ini,” ujar Abdullah kepada Jawa Pos Radar Ijen, kemarin (1/6) siang.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 memang sangat dirasakan dampaknya oleh para pengusaha. Misalnya, pengusaha depo air minum yang mengalami penurunan omzet. Namun, ada saja peluang untuk menghadapi hadangan pandemi yang tidak diketahui kapan berakhirnya. Salah satunya memanfaatkan media sosial.

Abdullah Fahmi, 33, owner salah satu depo air minum di Bondowoso, menyampaikan, untuk tetap menarik pembeli, dirinya menggunakan media sosial (medsos) dalam memasarkan air minumnya. Hal tersebut dinilai efektif untuk melakukan penjualan. Walaupun tentunya penjualan airnya jauh berbeda dibandingkan dengan penjualan air sebelum adanya pandemi. Tetapi, dengan cara ini, pembeli masih terus ada setiap harinya.

Berdasarkan catatannya, sebelum pandemi bisa menjual sampai 250 galon air setiap hari. Tapi saat pandemi, setiap hari hanya bisa menjual 100 hingga 170 galon saja. “Banyak pembeli yang keberatan dengan pembayarannya. Kan pandemi memang banyak berdampak, termasuk pada finansialnya. Akhirnya, banyak berkurang orang sekarang ini,” ujar Abdullah kepada Jawa Pos Radar Ijen, kemarin (1/6) siang.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 memang sangat dirasakan dampaknya oleh para pengusaha. Misalnya, pengusaha depo air minum yang mengalami penurunan omzet. Namun, ada saja peluang untuk menghadapi hadangan pandemi yang tidak diketahui kapan berakhirnya. Salah satunya memanfaatkan media sosial.

Abdullah Fahmi, 33, owner salah satu depo air minum di Bondowoso, menyampaikan, untuk tetap menarik pembeli, dirinya menggunakan media sosial (medsos) dalam memasarkan air minumnya. Hal tersebut dinilai efektif untuk melakukan penjualan. Walaupun tentunya penjualan airnya jauh berbeda dibandingkan dengan penjualan air sebelum adanya pandemi. Tetapi, dengan cara ini, pembeli masih terus ada setiap harinya.

Berdasarkan catatannya, sebelum pandemi bisa menjual sampai 250 galon air setiap hari. Tapi saat pandemi, setiap hari hanya bisa menjual 100 hingga 170 galon saja. “Banyak pembeli yang keberatan dengan pembayarannya. Kan pandemi memang banyak berdampak, termasuk pada finansialnya. Akhirnya, banyak berkurang orang sekarang ini,” ujar Abdullah kepada Jawa Pos Radar Ijen, kemarin (1/6) siang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/