alexametrics
29.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Bidik Jadi Sentra Porang Tapal Kuda

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Bondowoso merupakan salah satu daerah yang berpotensi besar dalam penanaman porang. Porang menjadi tanaman yang potensial selain kopi di Bondowoso.

Porang banyak tersebar di Pulau Jawa, karena kontur tanah dan iklim di wilayah Jawa paling cocok untuk pertumbuhannya. Ir Eka Risti Damayanti, Direktur PT Srikandi Kriya Madani, menerangkan, karena Bondowoso sangat potensial untuk porang, pihaknya berencana akan menjadikan Bondowoso sebagai sentra porang di Tapal Kuda. “Satu desa itu bisa sampai 500 hektare. Nanti kami akan bikin mini pabriknya di sini untuk proses chips dan pengeringan,” katanya, saat panen bersama dan dimulainya program korporasi Pertanian Agrosolution, di Desa Koncer Kidul, Kecamatan Tenggarang, Senin (31/05) lalu.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Bondowoso Winarto mengatakan, petani Bondowoso dipastikan siap membudidayakan tanaman porang. Tak kalah pentingnya adalah bagaimana memasarkan tanaman tersebut. “Jadi, sekarang yang kami dorong itu adalah pengembangan yang sudah bekerja sama dengan perusahaan pengolah porang dan perbankan penyedia KUR,” urainya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, budi daya porang di Bondowoso bukan hal baru. Justru saat ini sudah terdapat sekitar 300 hektare tanaman porang. Petani harus bisa membaca harga dan bagaimana cara memasarkan porang seusai panen nanti. “Pengembangan harus hati-hati karena daerah lain menanam secara besar-besaran,” lanjutnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Bondowoso merupakan salah satu daerah yang berpotensi besar dalam penanaman porang. Porang menjadi tanaman yang potensial selain kopi di Bondowoso.

Porang banyak tersebar di Pulau Jawa, karena kontur tanah dan iklim di wilayah Jawa paling cocok untuk pertumbuhannya. Ir Eka Risti Damayanti, Direktur PT Srikandi Kriya Madani, menerangkan, karena Bondowoso sangat potensial untuk porang, pihaknya berencana akan menjadikan Bondowoso sebagai sentra porang di Tapal Kuda. “Satu desa itu bisa sampai 500 hektare. Nanti kami akan bikin mini pabriknya di sini untuk proses chips dan pengeringan,” katanya, saat panen bersama dan dimulainya program korporasi Pertanian Agrosolution, di Desa Koncer Kidul, Kecamatan Tenggarang, Senin (31/05) lalu.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Bondowoso Winarto mengatakan, petani Bondowoso dipastikan siap membudidayakan tanaman porang. Tak kalah pentingnya adalah bagaimana memasarkan tanaman tersebut. “Jadi, sekarang yang kami dorong itu adalah pengembangan yang sudah bekerja sama dengan perusahaan pengolah porang dan perbankan penyedia KUR,” urainya.

Menurutnya, budi daya porang di Bondowoso bukan hal baru. Justru saat ini sudah terdapat sekitar 300 hektare tanaman porang. Petani harus bisa membaca harga dan bagaimana cara memasarkan porang seusai panen nanti. “Pengembangan harus hati-hati karena daerah lain menanam secara besar-besaran,” lanjutnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Bondowoso merupakan salah satu daerah yang berpotensi besar dalam penanaman porang. Porang menjadi tanaman yang potensial selain kopi di Bondowoso.

Porang banyak tersebar di Pulau Jawa, karena kontur tanah dan iklim di wilayah Jawa paling cocok untuk pertumbuhannya. Ir Eka Risti Damayanti, Direktur PT Srikandi Kriya Madani, menerangkan, karena Bondowoso sangat potensial untuk porang, pihaknya berencana akan menjadikan Bondowoso sebagai sentra porang di Tapal Kuda. “Satu desa itu bisa sampai 500 hektare. Nanti kami akan bikin mini pabriknya di sini untuk proses chips dan pengeringan,” katanya, saat panen bersama dan dimulainya program korporasi Pertanian Agrosolution, di Desa Koncer Kidul, Kecamatan Tenggarang, Senin (31/05) lalu.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Bondowoso Winarto mengatakan, petani Bondowoso dipastikan siap membudidayakan tanaman porang. Tak kalah pentingnya adalah bagaimana memasarkan tanaman tersebut. “Jadi, sekarang yang kami dorong itu adalah pengembangan yang sudah bekerja sama dengan perusahaan pengolah porang dan perbankan penyedia KUR,” urainya.

Menurutnya, budi daya porang di Bondowoso bukan hal baru. Justru saat ini sudah terdapat sekitar 300 hektare tanaman porang. Petani harus bisa membaca harga dan bagaimana cara memasarkan porang seusai panen nanti. “Pengembangan harus hati-hati karena daerah lain menanam secara besar-besaran,” lanjutnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/