Banyak BUMDes Mati di Tengah Jalan

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi salah satu tolok ukur sebuah desa untuk dapat berkembang. BUMDes memiliki peran penting sebagai sumber pendapatan asli desa (PADes). Berdasarkan data DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) Provinsi Jawa Timur, total ada 6.118 BUMDes di Jatim. Tetapi, hanya 538 yang betul-betul aktif. Jumlah itu belum mencapai 10 persen.

BUMDes bergerak di berbagai usaha. Seperti koperasi, wisata desa, dan sebagainya. Sementara di Bondowoso, wisata desa yang kategorinya aktif masih bisa dihitung jari. Salah satu wisata desa yang betul-betul aktif adalah Wisata Tirta Agung, Desa Sukosari, Kecamatan Sumberwringin.

Bahkan, wisata ini masuk kategori maju. Ada juga wisata Almour di Kecamatan Pujer. Tetapi, ada juga desa wisata yang tak bisa berkembang. Menanggapi hal itu, Kepala DPMD Bondowoso Haeriyah Yuliati menyarankan agar desa tidak gegabah dalam menggarap desa wisata. “Kalaupun melakukan replikasi, ya harus tetap memperhatikan sumber daya di desa sendiri,” katanya.

Menurutnya, desa harus melihat potensi. Sebab, tak semua desa memiliki objek yang bisa dikemas sebagai objek wisata. “Untuk saat ini pembinaan saja (untuk desa wisata, Red). Kami juga ada pelatihan. Saat Jatim punya program khusus, maka kami memilih BUMDes yang melakukan upaya untuk berkembang,” paparnya.

Sementara itu, Kepala DPMD Pemprov Jatim M. Yasin mengatakan, penyertaan modal awal untuk BUMDes wajib didukung APBDes. “BUMDes itu hukumnya wajib di-support dari APBDes. Karena mendirikan BUMDes itu modal awalnya harus APBDea. Tidak boleh BUMDes itu modal awalnya tanpa dari APBDes. Itu undang-undangnya berbunyi begitu,” katanya.