alexametrics
23 C
Jember
Friday, 20 May 2022

TBC Masih Menjadi Ancaman, Tahun Ini Ada Empat Meninggal

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kasus terkonfirmasi positif tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Bondowoso masih cukup memprihatinkan. Pasalnya, selama tahun 2022 ini sudah ada 155 kasus terkonfirmasi positif. Mirisnya, empat kasus di antaranya menyebabkan meninggal dunia. Pasien dari penyakit itu tersebar di 23 kecamatan, dengan rentan usia 15 hingga 45 tahun.

Baca Juga : Sopir Pikap Kecelakaan Maut di Bondowoso Ditetapkan Jadi Tersangka

Kasi Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Bondowoso Goek Fitri Purwandari mengatakan, untuk penyakit yang disebabkan bakteri tuberkulosis dari kasus yang ada, tersebar di 23 kecamatan dengan rentan usia 15–45 tahun. “Tidak hanya orang tua yang terkena TBC, anak muda hingga remaja juga terinfeksi,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Salah satu penyebab tingginya kasus TBC di Bondowoso adalah penderita yang tidak berobat sesuai standar. “Karena kebiasaan para penderita ketika mengonsumsi obat selama dua bulan, kemudian merasa nyaman, mereka langsung berhenti. Padahal harus terus minum obat, minimal enam bulan,” ujarnya.

Oleh karena itu, menurutnya, keberhasilan penyembuhan TBC adalah dari penderita itu sendiri dan keluarganya. Artinya, keluarga sebagai orang terdekat harus terus mengingatkan agar konsumsi obat TBC tidak putus selama enam bulan.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kasus terkonfirmasi positif tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Bondowoso masih cukup memprihatinkan. Pasalnya, selama tahun 2022 ini sudah ada 155 kasus terkonfirmasi positif. Mirisnya, empat kasus di antaranya menyebabkan meninggal dunia. Pasien dari penyakit itu tersebar di 23 kecamatan, dengan rentan usia 15 hingga 45 tahun.

Baca Juga : Sopir Pikap Kecelakaan Maut di Bondowoso Ditetapkan Jadi Tersangka

Kasi Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Bondowoso Goek Fitri Purwandari mengatakan, untuk penyakit yang disebabkan bakteri tuberkulosis dari kasus yang ada, tersebar di 23 kecamatan dengan rentan usia 15–45 tahun. “Tidak hanya orang tua yang terkena TBC, anak muda hingga remaja juga terinfeksi,” paparnya.

Salah satu penyebab tingginya kasus TBC di Bondowoso adalah penderita yang tidak berobat sesuai standar. “Karena kebiasaan para penderita ketika mengonsumsi obat selama dua bulan, kemudian merasa nyaman, mereka langsung berhenti. Padahal harus terus minum obat, minimal enam bulan,” ujarnya.

Oleh karena itu, menurutnya, keberhasilan penyembuhan TBC adalah dari penderita itu sendiri dan keluarganya. Artinya, keluarga sebagai orang terdekat harus terus mengingatkan agar konsumsi obat TBC tidak putus selama enam bulan.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kasus terkonfirmasi positif tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Bondowoso masih cukup memprihatinkan. Pasalnya, selama tahun 2022 ini sudah ada 155 kasus terkonfirmasi positif. Mirisnya, empat kasus di antaranya menyebabkan meninggal dunia. Pasien dari penyakit itu tersebar di 23 kecamatan, dengan rentan usia 15 hingga 45 tahun.

Baca Juga : Sopir Pikap Kecelakaan Maut di Bondowoso Ditetapkan Jadi Tersangka

Kasi Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Bondowoso Goek Fitri Purwandari mengatakan, untuk penyakit yang disebabkan bakteri tuberkulosis dari kasus yang ada, tersebar di 23 kecamatan dengan rentan usia 15–45 tahun. “Tidak hanya orang tua yang terkena TBC, anak muda hingga remaja juga terinfeksi,” paparnya.

Salah satu penyebab tingginya kasus TBC di Bondowoso adalah penderita yang tidak berobat sesuai standar. “Karena kebiasaan para penderita ketika mengonsumsi obat selama dua bulan, kemudian merasa nyaman, mereka langsung berhenti. Padahal harus terus minum obat, minimal enam bulan,” ujarnya.

Oleh karena itu, menurutnya, keberhasilan penyembuhan TBC adalah dari penderita itu sendiri dan keluarganya. Artinya, keluarga sebagai orang terdekat harus terus mengingatkan agar konsumsi obat TBC tidak putus selama enam bulan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/