alexametrics
31.1 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Sempat Meroket, Harga Cabai Rawit Turun Drastis

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Harga cabai rawit sempat melonjak tinggi, beberapa waktu lalu. Bahkan, harganya setara dengan daging sapi per kilogramnya, di atas Rp 100 ribu. Tetapi, harga cabai rawit kemarin akhirnya turun hampir lima puluh persen.

Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen pada website resmi Sistem Informasi Ketersediaan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) di Jawa Timur, kemarin. Harga cabai rawit per tanggal 31 Maret masih di angka Rp 101.250. Sedangkan tanggal 1 April kemarin turun menjadi Rp 56.250 per kilogram.

Hal itu dibenarkan oleh Totok Haryanto, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso. “Memang benar harga cabai rawit menurun. Karena ketersediaan stok di Bondowoso cukup melimpah. Dari hasil panen dan banyak cabai dari luar Bondowoso yang masuk,” jelas Totok.

Mobile_AP_Rectangle 2

Penurunan harga cabai rawit itu cukup membantu konsumen menjelang bulan Ramadan yang tinggal hitungan hari. Sebelumnya, ketika harga cabai rawit melambung tinggi di Bondowoso, stok cabai dari Pulau Madura pun siap didatangkan. Guna menstabilkan harga serta ketersediaan stok.

“Memang masuknya stok cabai dari luar kota berpengaruh sekali. Seperti yang saya sampaikan tempo hari, harga cabai ini berlaku hukum ekonomi. Di saat barang sedikit dan permintaan banyak, harganya pun naik,” lanjutnya.

Tetapi, begitu stok sudah mulai melimpah dan permintaan dari konsumen tetap, maka otomatis harganya juga mengikuti. Yakni, turun dengan perlahan. Ketika ditanya apakah kini harga per kilogram di angka Rp 56 ribu itu sudah menjadi harga normal, Totok pun menyebut harga tersebut mulai tergolong normal.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Harga cabai rawit sempat melonjak tinggi, beberapa waktu lalu. Bahkan, harganya setara dengan daging sapi per kilogramnya, di atas Rp 100 ribu. Tetapi, harga cabai rawit kemarin akhirnya turun hampir lima puluh persen.

Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen pada website resmi Sistem Informasi Ketersediaan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) di Jawa Timur, kemarin. Harga cabai rawit per tanggal 31 Maret masih di angka Rp 101.250. Sedangkan tanggal 1 April kemarin turun menjadi Rp 56.250 per kilogram.

Hal itu dibenarkan oleh Totok Haryanto, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso. “Memang benar harga cabai rawit menurun. Karena ketersediaan stok di Bondowoso cukup melimpah. Dari hasil panen dan banyak cabai dari luar Bondowoso yang masuk,” jelas Totok.

Penurunan harga cabai rawit itu cukup membantu konsumen menjelang bulan Ramadan yang tinggal hitungan hari. Sebelumnya, ketika harga cabai rawit melambung tinggi di Bondowoso, stok cabai dari Pulau Madura pun siap didatangkan. Guna menstabilkan harga serta ketersediaan stok.

“Memang masuknya stok cabai dari luar kota berpengaruh sekali. Seperti yang saya sampaikan tempo hari, harga cabai ini berlaku hukum ekonomi. Di saat barang sedikit dan permintaan banyak, harganya pun naik,” lanjutnya.

Tetapi, begitu stok sudah mulai melimpah dan permintaan dari konsumen tetap, maka otomatis harganya juga mengikuti. Yakni, turun dengan perlahan. Ketika ditanya apakah kini harga per kilogram di angka Rp 56 ribu itu sudah menjadi harga normal, Totok pun menyebut harga tersebut mulai tergolong normal.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Harga cabai rawit sempat melonjak tinggi, beberapa waktu lalu. Bahkan, harganya setara dengan daging sapi per kilogramnya, di atas Rp 100 ribu. Tetapi, harga cabai rawit kemarin akhirnya turun hampir lima puluh persen.

Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen pada website resmi Sistem Informasi Ketersediaan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) di Jawa Timur, kemarin. Harga cabai rawit per tanggal 31 Maret masih di angka Rp 101.250. Sedangkan tanggal 1 April kemarin turun menjadi Rp 56.250 per kilogram.

Hal itu dibenarkan oleh Totok Haryanto, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso. “Memang benar harga cabai rawit menurun. Karena ketersediaan stok di Bondowoso cukup melimpah. Dari hasil panen dan banyak cabai dari luar Bondowoso yang masuk,” jelas Totok.

Penurunan harga cabai rawit itu cukup membantu konsumen menjelang bulan Ramadan yang tinggal hitungan hari. Sebelumnya, ketika harga cabai rawit melambung tinggi di Bondowoso, stok cabai dari Pulau Madura pun siap didatangkan. Guna menstabilkan harga serta ketersediaan stok.

“Memang masuknya stok cabai dari luar kota berpengaruh sekali. Seperti yang saya sampaikan tempo hari, harga cabai ini berlaku hukum ekonomi. Di saat barang sedikit dan permintaan banyak, harganya pun naik,” lanjutnya.

Tetapi, begitu stok sudah mulai melimpah dan permintaan dari konsumen tetap, maka otomatis harganya juga mengikuti. Yakni, turun dengan perlahan. Ketika ditanya apakah kini harga per kilogram di angka Rp 56 ribu itu sudah menjadi harga normal, Totok pun menyebut harga tersebut mulai tergolong normal.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/