alexametrics
23.1 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

PPKM Mikro Terus Diperketat

Pantau Sejumlah Wilayah yang Masih Zona Kuning

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di Bondowoso terus digenjot. Pemkab bersama forkopimda terkait terus memantau sejumlah wilayah yang masih menjadi zona kuning.

Salah satunya di Kecamatan Curahdami. Apel satgas PPKM dilakukan, kemarin pagi, di halaman kantor Kecamatan Curahdami. Jajaran forkopimda hadir. Mulai dari Wakil Bupati (Wabup) Irwan Bachtiar Rahmat, Kapolres Bondowoso AKBP Erick Frandiz dan Dandim 0822 Bondowoso Letkol Kav Widi Widayat.

Monitoring posko PPKM itu menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebarannya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain di Kantor Camat Curahdami, juga melihat kesiapan posko PPKM di Desa Penambangan, Kecamatan Curahdami. Sekaligus menjadi penambahan Kampung Tangguh Semeru (KTS). “Kegiatan ini menindaklanjuti Inmendagri Nomor 3 Tahun 2021 tentang PPKM Mikro,” ujar Letkol Kav. Widi.

Lebih lanjut, menurut Widi, pasien yang terpapar Covid-19 akan dipetakan sampai tingkat RT. Apabila ditemukan satu hingga lima warga yang terkonfirmasi positif, nanti akan masuk zona kuning. Dan jika ada enam sampai sepuluh orang nanti masuk zona oranye, serta jika di atas sepuluh orang masuk zona merah. Namun, menjadi zona hijau bila tidak ada yang terkonfirmasi.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di Bondowoso terus digenjot. Pemkab bersama forkopimda terkait terus memantau sejumlah wilayah yang masih menjadi zona kuning.

Salah satunya di Kecamatan Curahdami. Apel satgas PPKM dilakukan, kemarin pagi, di halaman kantor Kecamatan Curahdami. Jajaran forkopimda hadir. Mulai dari Wakil Bupati (Wabup) Irwan Bachtiar Rahmat, Kapolres Bondowoso AKBP Erick Frandiz dan Dandim 0822 Bondowoso Letkol Kav Widi Widayat.

Monitoring posko PPKM itu menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebarannya.

Selain di Kantor Camat Curahdami, juga melihat kesiapan posko PPKM di Desa Penambangan, Kecamatan Curahdami. Sekaligus menjadi penambahan Kampung Tangguh Semeru (KTS). “Kegiatan ini menindaklanjuti Inmendagri Nomor 3 Tahun 2021 tentang PPKM Mikro,” ujar Letkol Kav. Widi.

Lebih lanjut, menurut Widi, pasien yang terpapar Covid-19 akan dipetakan sampai tingkat RT. Apabila ditemukan satu hingga lima warga yang terkonfirmasi positif, nanti akan masuk zona kuning. Dan jika ada enam sampai sepuluh orang nanti masuk zona oranye, serta jika di atas sepuluh orang masuk zona merah. Namun, menjadi zona hijau bila tidak ada yang terkonfirmasi.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di Bondowoso terus digenjot. Pemkab bersama forkopimda terkait terus memantau sejumlah wilayah yang masih menjadi zona kuning.

Salah satunya di Kecamatan Curahdami. Apel satgas PPKM dilakukan, kemarin pagi, di halaman kantor Kecamatan Curahdami. Jajaran forkopimda hadir. Mulai dari Wakil Bupati (Wabup) Irwan Bachtiar Rahmat, Kapolres Bondowoso AKBP Erick Frandiz dan Dandim 0822 Bondowoso Letkol Kav Widi Widayat.

Monitoring posko PPKM itu menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebarannya.

Selain di Kantor Camat Curahdami, juga melihat kesiapan posko PPKM di Desa Penambangan, Kecamatan Curahdami. Sekaligus menjadi penambahan Kampung Tangguh Semeru (KTS). “Kegiatan ini menindaklanjuti Inmendagri Nomor 3 Tahun 2021 tentang PPKM Mikro,” ujar Letkol Kav. Widi.

Lebih lanjut, menurut Widi, pasien yang terpapar Covid-19 akan dipetakan sampai tingkat RT. Apabila ditemukan satu hingga lima warga yang terkonfirmasi positif, nanti akan masuk zona kuning. Dan jika ada enam sampai sepuluh orang nanti masuk zona oranye, serta jika di atas sepuluh orang masuk zona merah. Namun, menjadi zona hijau bila tidak ada yang terkonfirmasi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/