alexametrics
24.1 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Ekskavasi Berisiko di Musim Hujan

BPCB Sepakati Pertengahan Tahun

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Proses ekskavasi lokasi temuan struktur batu bata kuno di Desa Alas Sumur, Pujer, tampaknya tak bisa segera dilaksanakan awal tahun 2021. Salah satu faktornya karena awal tahun musim hujan.

Hery Kusdaryanto, Kepala Seksi (Kasi) Sejarah dan Kepurbakalaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso, mengatakan, proses ekskavasi di kala musim hujan sangat berisiko. Selain itu, pengerjaannya bisa terhambat dan memakan waktu lebih lama. “Ekskavasi lanjutan di musim hujan penuh risiko karena lebih dalam menggali. Sementara struktur batu bata kuno baru bisa ditemukan di kedalaman sekitar 5 meter,” kata Hery.

Di sisi lain, juga sudah terjalin kesepakatan antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim terkait pelaksanaan ekskavasi. Proses ekskavasi direncanakan saat musim kemarau tiba. “Kisaran pelaksanaan ekskavasi antara Juni atau Juli. kami cari waktu musim kemarau,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Diberitakan sebelumnya, ada tantangan besar dalam proses ekskavasi lanjutan pada 2021. Lapisan atas tanah merupakan batuan padas yang keras. Untuk mencapai kedalaman 5 meter saja, tim penggali membutuhkan waktu 4 hari saat ekskavasi awal. Oleh sebab itu, perlu strategi agar ekskavasi lanjutan bisa berjalan lebih efisien.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Proses ekskavasi lokasi temuan struktur batu bata kuno di Desa Alas Sumur, Pujer, tampaknya tak bisa segera dilaksanakan awal tahun 2021. Salah satu faktornya karena awal tahun musim hujan.

Hery Kusdaryanto, Kepala Seksi (Kasi) Sejarah dan Kepurbakalaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso, mengatakan, proses ekskavasi di kala musim hujan sangat berisiko. Selain itu, pengerjaannya bisa terhambat dan memakan waktu lebih lama. “Ekskavasi lanjutan di musim hujan penuh risiko karena lebih dalam menggali. Sementara struktur batu bata kuno baru bisa ditemukan di kedalaman sekitar 5 meter,” kata Hery.

Di sisi lain, juga sudah terjalin kesepakatan antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim terkait pelaksanaan ekskavasi. Proses ekskavasi direncanakan saat musim kemarau tiba. “Kisaran pelaksanaan ekskavasi antara Juni atau Juli. kami cari waktu musim kemarau,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, ada tantangan besar dalam proses ekskavasi lanjutan pada 2021. Lapisan atas tanah merupakan batuan padas yang keras. Untuk mencapai kedalaman 5 meter saja, tim penggali membutuhkan waktu 4 hari saat ekskavasi awal. Oleh sebab itu, perlu strategi agar ekskavasi lanjutan bisa berjalan lebih efisien.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Proses ekskavasi lokasi temuan struktur batu bata kuno di Desa Alas Sumur, Pujer, tampaknya tak bisa segera dilaksanakan awal tahun 2021. Salah satu faktornya karena awal tahun musim hujan.

Hery Kusdaryanto, Kepala Seksi (Kasi) Sejarah dan Kepurbakalaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso, mengatakan, proses ekskavasi di kala musim hujan sangat berisiko. Selain itu, pengerjaannya bisa terhambat dan memakan waktu lebih lama. “Ekskavasi lanjutan di musim hujan penuh risiko karena lebih dalam menggali. Sementara struktur batu bata kuno baru bisa ditemukan di kedalaman sekitar 5 meter,” kata Hery.

Di sisi lain, juga sudah terjalin kesepakatan antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim terkait pelaksanaan ekskavasi. Proses ekskavasi direncanakan saat musim kemarau tiba. “Kisaran pelaksanaan ekskavasi antara Juni atau Juli. kami cari waktu musim kemarau,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, ada tantangan besar dalam proses ekskavasi lanjutan pada 2021. Lapisan atas tanah merupakan batuan padas yang keras. Untuk mencapai kedalaman 5 meter saja, tim penggali membutuhkan waktu 4 hari saat ekskavasi awal. Oleh sebab itu, perlu strategi agar ekskavasi lanjutan bisa berjalan lebih efisien.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/