alexametrics
23.5 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Ribuan Data Bansos Nonaktif di Bondowoso, Ini Alasannya

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Bondowoso, Dinas Sosial (Dinsos) Bondowoso menggelar bimbingan teknis (bimtek) peningkatan kapasitas operator SIKS-NG yang diikuti 209 desa dan sepuluh kelurahan. Bimtek tersebut digelar kemarin di aula Dinsos.

Zaiful Bahri, Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial, mengatakan, giat tersebut dalam rangka meningkatkan kualitas mutu pelayanan terkait verifikasi dan validasi data BPJS Kesehatan yang selama ini masih morat-marit. Dinsos bersama BPJS Kesehatan mulai melakukan pembenahan data.

Dirinya menambahkan, pada akhir bulan Oktober lalu ada penonaktifan peserta bantuan iuran jaminan kesehatan atau peserta BPJS sebanyak 44.765 jiwa. “Beberapa waktu lalu sempat sudah diverifikasi oleh aparatur desa dan kelurahan. Hasilnya ada validasi sebanyak 23 ribuan jiwa dan yang belum validasi 21 ribuan. Yang belum tervalidasi kebanyakan disebabkan faktor bayi baru lahir belum ternotifikasi NIK. Selama tidak ada NIK, tidak bisa terkaver,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kebanyakan bayi-bayi dari warga miskin tersebut tak diurus kelengkapan datanya. “Mereka masih kesulitan akses, faktor ekonomi, sibuknya orang tua bayi, hingga ketidaktahuan,” imbuhnya.

Dinsos Bondowoso pun memiliki target untuk segera memperbaiki data yang ada. “Harapannya, ya, seluruh masyarakat miskin di Bondowoso dapat menerima bantuan sosial dan tidak terblokir datanya. Agar dapat menerima bansos sesuai peruntukannya,” pungkasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Bondowoso, Dinas Sosial (Dinsos) Bondowoso menggelar bimbingan teknis (bimtek) peningkatan kapasitas operator SIKS-NG yang diikuti 209 desa dan sepuluh kelurahan. Bimtek tersebut digelar kemarin di aula Dinsos.

Zaiful Bahri, Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial, mengatakan, giat tersebut dalam rangka meningkatkan kualitas mutu pelayanan terkait verifikasi dan validasi data BPJS Kesehatan yang selama ini masih morat-marit. Dinsos bersama BPJS Kesehatan mulai melakukan pembenahan data.

Dirinya menambahkan, pada akhir bulan Oktober lalu ada penonaktifan peserta bantuan iuran jaminan kesehatan atau peserta BPJS sebanyak 44.765 jiwa. “Beberapa waktu lalu sempat sudah diverifikasi oleh aparatur desa dan kelurahan. Hasilnya ada validasi sebanyak 23 ribuan jiwa dan yang belum validasi 21 ribuan. Yang belum tervalidasi kebanyakan disebabkan faktor bayi baru lahir belum ternotifikasi NIK. Selama tidak ada NIK, tidak bisa terkaver,” jelasnya.

Kebanyakan bayi-bayi dari warga miskin tersebut tak diurus kelengkapan datanya. “Mereka masih kesulitan akses, faktor ekonomi, sibuknya orang tua bayi, hingga ketidaktahuan,” imbuhnya.

Dinsos Bondowoso pun memiliki target untuk segera memperbaiki data yang ada. “Harapannya, ya, seluruh masyarakat miskin di Bondowoso dapat menerima bantuan sosial dan tidak terblokir datanya. Agar dapat menerima bansos sesuai peruntukannya,” pungkasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Bondowoso, Dinas Sosial (Dinsos) Bondowoso menggelar bimbingan teknis (bimtek) peningkatan kapasitas operator SIKS-NG yang diikuti 209 desa dan sepuluh kelurahan. Bimtek tersebut digelar kemarin di aula Dinsos.

Zaiful Bahri, Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial, mengatakan, giat tersebut dalam rangka meningkatkan kualitas mutu pelayanan terkait verifikasi dan validasi data BPJS Kesehatan yang selama ini masih morat-marit. Dinsos bersama BPJS Kesehatan mulai melakukan pembenahan data.

Dirinya menambahkan, pada akhir bulan Oktober lalu ada penonaktifan peserta bantuan iuran jaminan kesehatan atau peserta BPJS sebanyak 44.765 jiwa. “Beberapa waktu lalu sempat sudah diverifikasi oleh aparatur desa dan kelurahan. Hasilnya ada validasi sebanyak 23 ribuan jiwa dan yang belum validasi 21 ribuan. Yang belum tervalidasi kebanyakan disebabkan faktor bayi baru lahir belum ternotifikasi NIK. Selama tidak ada NIK, tidak bisa terkaver,” jelasnya.

Kebanyakan bayi-bayi dari warga miskin tersebut tak diurus kelengkapan datanya. “Mereka masih kesulitan akses, faktor ekonomi, sibuknya orang tua bayi, hingga ketidaktahuan,” imbuhnya.

Dinsos Bondowoso pun memiliki target untuk segera memperbaiki data yang ada. “Harapannya, ya, seluruh masyarakat miskin di Bondowoso dapat menerima bantuan sosial dan tidak terblokir datanya. Agar dapat menerima bansos sesuai peruntukannya,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/