alexametrics
24.7 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Banyak Termakan Hoax Vaksin di Bondowoso

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Capaian vaksinasi yang masih berada di bawah 70 persen membuat Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten terus menggencarkan program tersebut. Sejumlah pihak di perdesaan juga tengah gencar melakukan vaksinasi kepada warganya. Akhirnya, sejumlah pihak yang awalnya enggan untuk melakukan hal itu karena termakan hoax, kini bersedia menerima vaksin.

Ahmad Muslim, warga Desa Gadingsari, Kecamatan Binakal, salah satunya. Awalnya, dia enggan untuk divaksin walaupun pemerintah kabupaten hingga desa sudah terus melakukan vaksinasi di berbagai tempat. Setelah mendapatkan edukasi dari teman-teman dan keluarganya, akhirnya dia memutuskan untuk melakukan vaksinasi di Balai Desa Gadingsari, Kecamatan Binakal, kemarin (29/11) pagi. “Awalnya saya nggak mau divaksin, karena takut ini itu. Tapi setelah saya konsultasi serta diberikan pemahaman oleh teman-teman dan keluarga saya, akhirnya saya mau,” ungka pria yang akrab disapa Muslim tersebut.

Muslim menjelaskan, dia takut untuk divaksin karena sering mendengar dan membaca informasi hoax yang beredar di media sosial. Seperti akan sakit bahkan meninggal dunia. Tapi, ternyata setelah Muslim melakukan vaksin, informasi itu tidak bisa dipercaya. Mengingat, setelah divaksin dirinya bukan jatuh sakit, tapi merasa tambah sehat. “Tidak merasakan sakit apa-apa. Cuma baru disuntik itu agak nyeri di lengan yang disuntik,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, dia juga menegaskan dirinya mau mendapatkan vaksin karena ingin membantu program pemerintah yang sampai saat ini terus digalakkan. Terlebih, capaian vaksinasi di Bondowoso belum mencapai 70 persen. “Pemerintah sudah mencanangkan program untuk menyelamatkan rakyatnya. Kan sayang kalau rakyatnya malah tidak mau,” tegasnya.

Salah seorang warga lainnya, Yusuf, mengaku terbantu dengan adanya vaksinasi di balai desa tersebut. Sebab, pihaknya tidak perlu datang ke puskesmas. Antreannya pun tidak terlalu banyak. “Setelah vaksin, bisa langsung bekerja,” ujarnya.

Dirinya juga mengaku sudah sadar akan pentingnya vaksin. Menurut dia, selain melindungi diri, juga melindungi keluarganya dari penularan virus tersebut. “Dengan vaksin, bisa mengurangi risiko untuk terpapar Covid-19,” katanya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Capaian vaksinasi yang masih berada di bawah 70 persen membuat Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten terus menggencarkan program tersebut. Sejumlah pihak di perdesaan juga tengah gencar melakukan vaksinasi kepada warganya. Akhirnya, sejumlah pihak yang awalnya enggan untuk melakukan hal itu karena termakan hoax, kini bersedia menerima vaksin.

Ahmad Muslim, warga Desa Gadingsari, Kecamatan Binakal, salah satunya. Awalnya, dia enggan untuk divaksin walaupun pemerintah kabupaten hingga desa sudah terus melakukan vaksinasi di berbagai tempat. Setelah mendapatkan edukasi dari teman-teman dan keluarganya, akhirnya dia memutuskan untuk melakukan vaksinasi di Balai Desa Gadingsari, Kecamatan Binakal, kemarin (29/11) pagi. “Awalnya saya nggak mau divaksin, karena takut ini itu. Tapi setelah saya konsultasi serta diberikan pemahaman oleh teman-teman dan keluarga saya, akhirnya saya mau,” ungka pria yang akrab disapa Muslim tersebut.

Muslim menjelaskan, dia takut untuk divaksin karena sering mendengar dan membaca informasi hoax yang beredar di media sosial. Seperti akan sakit bahkan meninggal dunia. Tapi, ternyata setelah Muslim melakukan vaksin, informasi itu tidak bisa dipercaya. Mengingat, setelah divaksin dirinya bukan jatuh sakit, tapi merasa tambah sehat. “Tidak merasakan sakit apa-apa. Cuma baru disuntik itu agak nyeri di lengan yang disuntik,” ujarnya.

Selain itu, dia juga menegaskan dirinya mau mendapatkan vaksin karena ingin membantu program pemerintah yang sampai saat ini terus digalakkan. Terlebih, capaian vaksinasi di Bondowoso belum mencapai 70 persen. “Pemerintah sudah mencanangkan program untuk menyelamatkan rakyatnya. Kan sayang kalau rakyatnya malah tidak mau,” tegasnya.

Salah seorang warga lainnya, Yusuf, mengaku terbantu dengan adanya vaksinasi di balai desa tersebut. Sebab, pihaknya tidak perlu datang ke puskesmas. Antreannya pun tidak terlalu banyak. “Setelah vaksin, bisa langsung bekerja,” ujarnya.

Dirinya juga mengaku sudah sadar akan pentingnya vaksin. Menurut dia, selain melindungi diri, juga melindungi keluarganya dari penularan virus tersebut. “Dengan vaksin, bisa mengurangi risiko untuk terpapar Covid-19,” katanya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Capaian vaksinasi yang masih berada di bawah 70 persen membuat Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten terus menggencarkan program tersebut. Sejumlah pihak di perdesaan juga tengah gencar melakukan vaksinasi kepada warganya. Akhirnya, sejumlah pihak yang awalnya enggan untuk melakukan hal itu karena termakan hoax, kini bersedia menerima vaksin.

Ahmad Muslim, warga Desa Gadingsari, Kecamatan Binakal, salah satunya. Awalnya, dia enggan untuk divaksin walaupun pemerintah kabupaten hingga desa sudah terus melakukan vaksinasi di berbagai tempat. Setelah mendapatkan edukasi dari teman-teman dan keluarganya, akhirnya dia memutuskan untuk melakukan vaksinasi di Balai Desa Gadingsari, Kecamatan Binakal, kemarin (29/11) pagi. “Awalnya saya nggak mau divaksin, karena takut ini itu. Tapi setelah saya konsultasi serta diberikan pemahaman oleh teman-teman dan keluarga saya, akhirnya saya mau,” ungka pria yang akrab disapa Muslim tersebut.

Muslim menjelaskan, dia takut untuk divaksin karena sering mendengar dan membaca informasi hoax yang beredar di media sosial. Seperti akan sakit bahkan meninggal dunia. Tapi, ternyata setelah Muslim melakukan vaksin, informasi itu tidak bisa dipercaya. Mengingat, setelah divaksin dirinya bukan jatuh sakit, tapi merasa tambah sehat. “Tidak merasakan sakit apa-apa. Cuma baru disuntik itu agak nyeri di lengan yang disuntik,” ujarnya.

Selain itu, dia juga menegaskan dirinya mau mendapatkan vaksin karena ingin membantu program pemerintah yang sampai saat ini terus digalakkan. Terlebih, capaian vaksinasi di Bondowoso belum mencapai 70 persen. “Pemerintah sudah mencanangkan program untuk menyelamatkan rakyatnya. Kan sayang kalau rakyatnya malah tidak mau,” tegasnya.

Salah seorang warga lainnya, Yusuf, mengaku terbantu dengan adanya vaksinasi di balai desa tersebut. Sebab, pihaknya tidak perlu datang ke puskesmas. Antreannya pun tidak terlalu banyak. “Setelah vaksin, bisa langsung bekerja,” ujarnya.

Dirinya juga mengaku sudah sadar akan pentingnya vaksin. Menurut dia, selain melindungi diri, juga melindungi keluarganya dari penularan virus tersebut. “Dengan vaksin, bisa mengurangi risiko untuk terpapar Covid-19,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/