alexametrics
31.2 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Sampah Rumah Tangga Dalam Lima Tahun Lagi Sudah Tak Muat! Ini Alasannya..

Tembus 62 Ton Per Hari

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID -Produksi sampah rumah tangga di Kabupaten Bondowoso kian tak terbendung. Jika pada 2020 lalu pasokan sampah hanya 42 ton per hari, kini sampah rumah tangga yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) mencapai 62 ton per hari.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso Aris Agung Sungkowo memperkirakan, dalam waktu lima tahun ke depan pemerintah tak akan mampu menampung gelombang sampah tersebut. “Lima tahun ke depan kita sudah tidak akan mampu menampung sampah yang tiap hari dari masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, menurut Agung, peningkatan produksi sampah disebabkan bertambahnya jumlah penduduk. Aktivitas penduduk di tingkat rumah tangga maupun di pasar-pasar juga kian padat. Hal itu menyebabkan tumpukan sampah terus meningkat. “Ini sampah rumah tangga dan sampah yang dari pasar,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kondisi ini tak sebanding dengan luasan TPA dan armada yang dimiliki oleh pemerintah daerah. Saat ini Bondowoso hanya memiliki dua TPA dengan luasan masing-masing 1,3 hektare dan lima hektare. Keduanya sama-sama berada di Kecamatan Taman Krocok.

“Ada rencana penambahan lagi. Mudah-mudahan dua atau tiga tahun ke depan. Karena Covid-19 ini anggaran sampai 2024 masih belum stabil. Mudah-mudahan sebelum lima tahun bisa dikelola,” imbuhnya.

Untuk armada pengangkut sampah, hanya ada dua unit dump truck, enam unit arm roll (tiga di antaranya kurang sehat), satu unit truk engkol, satu unit ekskavator dengan usia 16 tahun, enam unit sepeda motor roda tiga, dan satu unit truk tinja.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID -Produksi sampah rumah tangga di Kabupaten Bondowoso kian tak terbendung. Jika pada 2020 lalu pasokan sampah hanya 42 ton per hari, kini sampah rumah tangga yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) mencapai 62 ton per hari.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso Aris Agung Sungkowo memperkirakan, dalam waktu lima tahun ke depan pemerintah tak akan mampu menampung gelombang sampah tersebut. “Lima tahun ke depan kita sudah tidak akan mampu menampung sampah yang tiap hari dari masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, menurut Agung, peningkatan produksi sampah disebabkan bertambahnya jumlah penduduk. Aktivitas penduduk di tingkat rumah tangga maupun di pasar-pasar juga kian padat. Hal itu menyebabkan tumpukan sampah terus meningkat. “Ini sampah rumah tangga dan sampah yang dari pasar,” paparnya.

Kondisi ini tak sebanding dengan luasan TPA dan armada yang dimiliki oleh pemerintah daerah. Saat ini Bondowoso hanya memiliki dua TPA dengan luasan masing-masing 1,3 hektare dan lima hektare. Keduanya sama-sama berada di Kecamatan Taman Krocok.

“Ada rencana penambahan lagi. Mudah-mudahan dua atau tiga tahun ke depan. Karena Covid-19 ini anggaran sampai 2024 masih belum stabil. Mudah-mudahan sebelum lima tahun bisa dikelola,” imbuhnya.

Untuk armada pengangkut sampah, hanya ada dua unit dump truck, enam unit arm roll (tiga di antaranya kurang sehat), satu unit truk engkol, satu unit ekskavator dengan usia 16 tahun, enam unit sepeda motor roda tiga, dan satu unit truk tinja.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID -Produksi sampah rumah tangga di Kabupaten Bondowoso kian tak terbendung. Jika pada 2020 lalu pasokan sampah hanya 42 ton per hari, kini sampah rumah tangga yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) mencapai 62 ton per hari.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso Aris Agung Sungkowo memperkirakan, dalam waktu lima tahun ke depan pemerintah tak akan mampu menampung gelombang sampah tersebut. “Lima tahun ke depan kita sudah tidak akan mampu menampung sampah yang tiap hari dari masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, menurut Agung, peningkatan produksi sampah disebabkan bertambahnya jumlah penduduk. Aktivitas penduduk di tingkat rumah tangga maupun di pasar-pasar juga kian padat. Hal itu menyebabkan tumpukan sampah terus meningkat. “Ini sampah rumah tangga dan sampah yang dari pasar,” paparnya.

Kondisi ini tak sebanding dengan luasan TPA dan armada yang dimiliki oleh pemerintah daerah. Saat ini Bondowoso hanya memiliki dua TPA dengan luasan masing-masing 1,3 hektare dan lima hektare. Keduanya sama-sama berada di Kecamatan Taman Krocok.

“Ada rencana penambahan lagi. Mudah-mudahan dua atau tiga tahun ke depan. Karena Covid-19 ini anggaran sampai 2024 masih belum stabil. Mudah-mudahan sebelum lima tahun bisa dikelola,” imbuhnya.

Untuk armada pengangkut sampah, hanya ada dua unit dump truck, enam unit arm roll (tiga di antaranya kurang sehat), satu unit truk engkol, satu unit ekskavator dengan usia 16 tahun, enam unit sepeda motor roda tiga, dan satu unit truk tinja.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/