alexametrics
30.5 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Awas Penipuan Berkedok Wabup Bondowoso

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Modus penipuan oleh orang tidak bertanggung jawab bisa mengatasnamakan siapa saja. Mulai dari tokoh agama, tokoh politik, bahkan pimpinan daerah. Terbaru, muncul modus penipuan mengatasnamakan Wakil Bupati (Wabup) Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat. Pesan tersebut kemudian menyebar di grup-grup WhatsApp di Bondowoso

Mirisnya, selain mencatut nama wakil bupati, dalam pesan itu orang yang tidak bertanggung jawab tersebut juga meminta sumbangan kepada sejumlah orang. Alasannya, penggalangan dana itu akan disalurkan kepada sejumlah yayasan dan pondok pesantren setempat.

Untuk lebih meyakinkan calon korbannya, foto profil dalam chat tersebut juga menggunakan gambar Wabup Irwan. Orang tersebut menggunakan nomor 0896 0301 6893 untuk melancarkan aksinya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Berdasarkan tangkap layar percakapan yang beredar di WhatsApp, diketahui pesan yang disebarkan bertuliskan, “Sebelumnya saya perkenalkan saya dengan Bpk H. Irwan Bachtiar Rahmat selaku Wakil Bupati Bondowoso. Saya mau menggalang donasi berupa uang untuk berbagai yayasan dan pondok pesantren. Apa benar ini saya berbicara dengan pengurus yayasan.”

Dikonfirmasi mengenai hal itu, Wabup Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat memastikan dan menegaskan bahwa pesan tersebut murni modus penipuan. “Ya, itu modus penipuan,” jelas Ketua DPC PDI Perjuangan itu.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Modus penipuan oleh orang tidak bertanggung jawab bisa mengatasnamakan siapa saja. Mulai dari tokoh agama, tokoh politik, bahkan pimpinan daerah. Terbaru, muncul modus penipuan mengatasnamakan Wakil Bupati (Wabup) Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat. Pesan tersebut kemudian menyebar di grup-grup WhatsApp di Bondowoso

Mirisnya, selain mencatut nama wakil bupati, dalam pesan itu orang yang tidak bertanggung jawab tersebut juga meminta sumbangan kepada sejumlah orang. Alasannya, penggalangan dana itu akan disalurkan kepada sejumlah yayasan dan pondok pesantren setempat.

Untuk lebih meyakinkan calon korbannya, foto profil dalam chat tersebut juga menggunakan gambar Wabup Irwan. Orang tersebut menggunakan nomor 0896 0301 6893 untuk melancarkan aksinya.

Berdasarkan tangkap layar percakapan yang beredar di WhatsApp, diketahui pesan yang disebarkan bertuliskan, “Sebelumnya saya perkenalkan saya dengan Bpk H. Irwan Bachtiar Rahmat selaku Wakil Bupati Bondowoso. Saya mau menggalang donasi berupa uang untuk berbagai yayasan dan pondok pesantren. Apa benar ini saya berbicara dengan pengurus yayasan.”

Dikonfirmasi mengenai hal itu, Wabup Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat memastikan dan menegaskan bahwa pesan tersebut murni modus penipuan. “Ya, itu modus penipuan,” jelas Ketua DPC PDI Perjuangan itu.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Modus penipuan oleh orang tidak bertanggung jawab bisa mengatasnamakan siapa saja. Mulai dari tokoh agama, tokoh politik, bahkan pimpinan daerah. Terbaru, muncul modus penipuan mengatasnamakan Wakil Bupati (Wabup) Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat. Pesan tersebut kemudian menyebar di grup-grup WhatsApp di Bondowoso

Mirisnya, selain mencatut nama wakil bupati, dalam pesan itu orang yang tidak bertanggung jawab tersebut juga meminta sumbangan kepada sejumlah orang. Alasannya, penggalangan dana itu akan disalurkan kepada sejumlah yayasan dan pondok pesantren setempat.

Untuk lebih meyakinkan calon korbannya, foto profil dalam chat tersebut juga menggunakan gambar Wabup Irwan. Orang tersebut menggunakan nomor 0896 0301 6893 untuk melancarkan aksinya.

Berdasarkan tangkap layar percakapan yang beredar di WhatsApp, diketahui pesan yang disebarkan bertuliskan, “Sebelumnya saya perkenalkan saya dengan Bpk H. Irwan Bachtiar Rahmat selaku Wakil Bupati Bondowoso. Saya mau menggalang donasi berupa uang untuk berbagai yayasan dan pondok pesantren. Apa benar ini saya berbicara dengan pengurus yayasan.”

Dikonfirmasi mengenai hal itu, Wabup Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat memastikan dan menegaskan bahwa pesan tersebut murni modus penipuan. “Ya, itu modus penipuan,” jelas Ketua DPC PDI Perjuangan itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/