alexametrics
24.3 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Vaksin Dapat Beras, Bondowoso Dorong Inovasi Percepatan Vaksinasi

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus mengupayakan untuk mencapai target herd immunity. Bahkan, Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin mendorong seluruh camat, kepala desa, dan semua unsur tiga pilar di tingkat kecamatan agar lebih inovatif dalam menarik minat masyarakat supaya mau divaksin.

Ia mencontohkan beberapa inovasi yang bisa dilakukan. Seperti yang dilakukan di beberapa titik, yakni mereka yang telah divaksin diberi beras. Kemudian, ada juga polsek yang melakukan sosialisasi dengan pelantang suara ke pelosok desa. Termasuk juga ada yang menggandeng tokoh agama. “Lakukan hal-hal yang bisa menarik minat masyarakat untuk divaksin,” ujarnya dalam acara Sosialisasi Percepatan Vaksinasi di Pendapa Kecamatan Grujugan, Kamis (30/9).

Kiat inovatif ini, kata dia, penting dilakukan, mengingat dalam percepatan vaksinasi ini yang dilawan salah satunya adalah informasi hoax yang beredar di media sosial. Justru dari informasi yang salah tersebut masyarakat jadi enggan melakukan vaksinasi. “Kita memerangi informasi-informasi hoax,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Diterangkan, berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, saat ini Bondowoso masih berada di level 3. Untuk mencapai level 2, maka capaian vaksinasi harus mencapai 50 persen.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Kesehatan M Imron mengatakan, kiat-kiat inovatif yang dilakukan dalam menarik minat vaksinasi diperbolehkan selama tidak melanggar aturan. Sebab, tujuannya dalam rangka percepatan vaksinasi. “Tidak masalah. Selama dalam rangka untuk percepatan, dan tidak melanggar aturan. Itu kan lebih kepada hal-hal reward, seperti memberi hadiah,” tuturnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus mengupayakan untuk mencapai target herd immunity. Bahkan, Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin mendorong seluruh camat, kepala desa, dan semua unsur tiga pilar di tingkat kecamatan agar lebih inovatif dalam menarik minat masyarakat supaya mau divaksin.

Ia mencontohkan beberapa inovasi yang bisa dilakukan. Seperti yang dilakukan di beberapa titik, yakni mereka yang telah divaksin diberi beras. Kemudian, ada juga polsek yang melakukan sosialisasi dengan pelantang suara ke pelosok desa. Termasuk juga ada yang menggandeng tokoh agama. “Lakukan hal-hal yang bisa menarik minat masyarakat untuk divaksin,” ujarnya dalam acara Sosialisasi Percepatan Vaksinasi di Pendapa Kecamatan Grujugan, Kamis (30/9).

Kiat inovatif ini, kata dia, penting dilakukan, mengingat dalam percepatan vaksinasi ini yang dilawan salah satunya adalah informasi hoax yang beredar di media sosial. Justru dari informasi yang salah tersebut masyarakat jadi enggan melakukan vaksinasi. “Kita memerangi informasi-informasi hoax,” ujarnya.

Diterangkan, berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, saat ini Bondowoso masih berada di level 3. Untuk mencapai level 2, maka capaian vaksinasi harus mencapai 50 persen.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Kesehatan M Imron mengatakan, kiat-kiat inovatif yang dilakukan dalam menarik minat vaksinasi diperbolehkan selama tidak melanggar aturan. Sebab, tujuannya dalam rangka percepatan vaksinasi. “Tidak masalah. Selama dalam rangka untuk percepatan, dan tidak melanggar aturan. Itu kan lebih kepada hal-hal reward, seperti memberi hadiah,” tuturnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus mengupayakan untuk mencapai target herd immunity. Bahkan, Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin mendorong seluruh camat, kepala desa, dan semua unsur tiga pilar di tingkat kecamatan agar lebih inovatif dalam menarik minat masyarakat supaya mau divaksin.

Ia mencontohkan beberapa inovasi yang bisa dilakukan. Seperti yang dilakukan di beberapa titik, yakni mereka yang telah divaksin diberi beras. Kemudian, ada juga polsek yang melakukan sosialisasi dengan pelantang suara ke pelosok desa. Termasuk juga ada yang menggandeng tokoh agama. “Lakukan hal-hal yang bisa menarik minat masyarakat untuk divaksin,” ujarnya dalam acara Sosialisasi Percepatan Vaksinasi di Pendapa Kecamatan Grujugan, Kamis (30/9).

Kiat inovatif ini, kata dia, penting dilakukan, mengingat dalam percepatan vaksinasi ini yang dilawan salah satunya adalah informasi hoax yang beredar di media sosial. Justru dari informasi yang salah tersebut masyarakat jadi enggan melakukan vaksinasi. “Kita memerangi informasi-informasi hoax,” ujarnya.

Diterangkan, berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, saat ini Bondowoso masih berada di level 3. Untuk mencapai level 2, maka capaian vaksinasi harus mencapai 50 persen.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Kesehatan M Imron mengatakan, kiat-kiat inovatif yang dilakukan dalam menarik minat vaksinasi diperbolehkan selama tidak melanggar aturan. Sebab, tujuannya dalam rangka percepatan vaksinasi. “Tidak masalah. Selama dalam rangka untuk percepatan, dan tidak melanggar aturan. Itu kan lebih kepada hal-hal reward, seperti memberi hadiah,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/