alexametrics
27.1 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

Harga Daging Sapi Anjlok, Seratus Ribu Dapat 3 Kilogram

Warga Takut Mengonsumsi, Dinas Sebut Tidak Realistis

Mobile_AP_Rectangle 1

KEMBANG, Radar Ijen – Merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) di Bondowoso mulai berdampak serius pada harga daging sapi. Kemarin, didapat kabar harga daging hancur-hancuran. Seratus ribu rupiah dapat 3 kilogram daging sapi. Meskipun dinas menilai kondisi itu tidak realistis.

BACA JUGA : Pemutihan Pajak Kendaraan Jatim Diperpanjang Sampai September

Sri Ningsih, salah seorang warga Desa Kembang, Kecamatan Bondowoso, mengakui kondisi tersebut. Dia merasa takut dan khawatir untuk mengonsumsi daging sapi. Sebab, dia mendengar kabar banyaknya kasus PMK. Lebih takut lagi karena ada puluhan sapi milik warga Bondowoso ditemukan mati.

Mobile_AP_Rectangle 2

Karena ketakutan itu, dirinya mengaku enggan membeli daging sapi dari warga penjual daging yang biasanya melintas di depan rumahnya. Termasuk warga lainnya di sekitar rumahnya. Mereka emoh membeli daging sapi karena masih maraknya PMK. “Meskipun tidak pindah PMK-nya. Tapi, kalau kondisi parah, pas disembelih kan mengerikan juga,” imbuhnya.

- Advertisement -

KEMBANG, Radar Ijen – Merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) di Bondowoso mulai berdampak serius pada harga daging sapi. Kemarin, didapat kabar harga daging hancur-hancuran. Seratus ribu rupiah dapat 3 kilogram daging sapi. Meskipun dinas menilai kondisi itu tidak realistis.

BACA JUGA : Pemutihan Pajak Kendaraan Jatim Diperpanjang Sampai September

Sri Ningsih, salah seorang warga Desa Kembang, Kecamatan Bondowoso, mengakui kondisi tersebut. Dia merasa takut dan khawatir untuk mengonsumsi daging sapi. Sebab, dia mendengar kabar banyaknya kasus PMK. Lebih takut lagi karena ada puluhan sapi milik warga Bondowoso ditemukan mati.

Karena ketakutan itu, dirinya mengaku enggan membeli daging sapi dari warga penjual daging yang biasanya melintas di depan rumahnya. Termasuk warga lainnya di sekitar rumahnya. Mereka emoh membeli daging sapi karena masih maraknya PMK. “Meskipun tidak pindah PMK-nya. Tapi, kalau kondisi parah, pas disembelih kan mengerikan juga,” imbuhnya.

KEMBANG, Radar Ijen – Merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) di Bondowoso mulai berdampak serius pada harga daging sapi. Kemarin, didapat kabar harga daging hancur-hancuran. Seratus ribu rupiah dapat 3 kilogram daging sapi. Meskipun dinas menilai kondisi itu tidak realistis.

BACA JUGA : Pemutihan Pajak Kendaraan Jatim Diperpanjang Sampai September

Sri Ningsih, salah seorang warga Desa Kembang, Kecamatan Bondowoso, mengakui kondisi tersebut. Dia merasa takut dan khawatir untuk mengonsumsi daging sapi. Sebab, dia mendengar kabar banyaknya kasus PMK. Lebih takut lagi karena ada puluhan sapi milik warga Bondowoso ditemukan mati.

Karena ketakutan itu, dirinya mengaku enggan membeli daging sapi dari warga penjual daging yang biasanya melintas di depan rumahnya. Termasuk warga lainnya di sekitar rumahnya. Mereka emoh membeli daging sapi karena masih maraknya PMK. “Meskipun tidak pindah PMK-nya. Tapi, kalau kondisi parah, pas disembelih kan mengerikan juga,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/