alexametrics
30.1 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Ihwal Perselisihan Kawah Ijen

Bondowoso Klaim Sudah Klir, Banyuwangi Masih Tak Terima

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kawah Ijen menjadi primadona bagi dua kabupaten bertetangga. Yakni antara Bondowoso dan Banyuwangi. Polemik batas wilayah kawasan Ijen di Kawah Ijen pun sudah terjadi bertahun-tahun lamanya.

Sejak 14 tahun lalu, pembahasan mengenai batas wilayah Ijen masih menemui jalan buntu. Kedua kabupaten masih bersikukuh. Saling klaim terkait batas yang benar dan salah. Namun, pembahasan terkait batas wilayah itu sebenarnya sudah klir setelah adanya pertemuan dari kedua kabupaten, tanggal 3 Juni 2021 di Surabaya.

Bahkan, pertemuan Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani difasilitasi langsung oleh Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Timur serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Mobile_AP_Rectangle 2

Tetapi, belakangan, Banyuwangi seakan meradang. Anggota legislatif Banyuwangi pun kebakaran jenggot terkait batas wilayah Ijen, yang dianggap lebih banyak masuk Bondowoso. Di sisi lain, Banyuwangi juga melayangkan surat kepada Kemendagri perihal perubahan batas wilayah tersebut.

Sebelumnya, KH Salwa Arifin menerangkan bahwa dalam pertemuan tersebut disepakati batas-batas mulai dari sekitar Gunung Raung, sekitar Gunung Rante, Kawah Ijen, hingga Gunung Ringgit. “Sisi tepi bibir Kawah Ijen sebelah barat itu wilayah Bondowoso. Kemudian, sisi bibir sebelah timur Kawah Ijen itu wilayah Banyuwangi,” ungkapnya.

Apalagi, sebagai landasan hukum pelaksanaan atas ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 Tahun 2021 dengan difasilitasi oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Gubernur Jawa Timur serta menghadirkan kedua kepala daerah, maka penegasan batas daerah antara dua kabupaten, khususnya subsegmen di atas perairan Kawah Ijen, telah disepakati.

Namun, belakangan, ternyata Banyuwangi kembali mempersoalkan batas wilayah itu. Beberapa waktu lalu, dalam rapat antara Badan Anggaran DPRD Banyuwangi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Banyuwangi muncul pertanyaan.

Ruliyono, Ketua Banggar DPRD Banyuwangi, menyampaikan, pihaknya akan berkonsultasi dengan Ketua DPRD Banyuwangi terkait keberatan atas batas wilayah tersebut. Anggota legislatif asal Kecamatan Glenmore ini mengaku, tim teknis yang mendampingi Bupati Banyuwangi tak boleh masuk dalam pertemuan di Surabaya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kawah Ijen menjadi primadona bagi dua kabupaten bertetangga. Yakni antara Bondowoso dan Banyuwangi. Polemik batas wilayah kawasan Ijen di Kawah Ijen pun sudah terjadi bertahun-tahun lamanya.

Sejak 14 tahun lalu, pembahasan mengenai batas wilayah Ijen masih menemui jalan buntu. Kedua kabupaten masih bersikukuh. Saling klaim terkait batas yang benar dan salah. Namun, pembahasan terkait batas wilayah itu sebenarnya sudah klir setelah adanya pertemuan dari kedua kabupaten, tanggal 3 Juni 2021 di Surabaya.

Bahkan, pertemuan Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani difasilitasi langsung oleh Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Timur serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Tetapi, belakangan, Banyuwangi seakan meradang. Anggota legislatif Banyuwangi pun kebakaran jenggot terkait batas wilayah Ijen, yang dianggap lebih banyak masuk Bondowoso. Di sisi lain, Banyuwangi juga melayangkan surat kepada Kemendagri perihal perubahan batas wilayah tersebut.

Sebelumnya, KH Salwa Arifin menerangkan bahwa dalam pertemuan tersebut disepakati batas-batas mulai dari sekitar Gunung Raung, sekitar Gunung Rante, Kawah Ijen, hingga Gunung Ringgit. “Sisi tepi bibir Kawah Ijen sebelah barat itu wilayah Bondowoso. Kemudian, sisi bibir sebelah timur Kawah Ijen itu wilayah Banyuwangi,” ungkapnya.

Apalagi, sebagai landasan hukum pelaksanaan atas ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 Tahun 2021 dengan difasilitasi oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Gubernur Jawa Timur serta menghadirkan kedua kepala daerah, maka penegasan batas daerah antara dua kabupaten, khususnya subsegmen di atas perairan Kawah Ijen, telah disepakati.

Namun, belakangan, ternyata Banyuwangi kembali mempersoalkan batas wilayah itu. Beberapa waktu lalu, dalam rapat antara Badan Anggaran DPRD Banyuwangi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Banyuwangi muncul pertanyaan.

Ruliyono, Ketua Banggar DPRD Banyuwangi, menyampaikan, pihaknya akan berkonsultasi dengan Ketua DPRD Banyuwangi terkait keberatan atas batas wilayah tersebut. Anggota legislatif asal Kecamatan Glenmore ini mengaku, tim teknis yang mendampingi Bupati Banyuwangi tak boleh masuk dalam pertemuan di Surabaya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kawah Ijen menjadi primadona bagi dua kabupaten bertetangga. Yakni antara Bondowoso dan Banyuwangi. Polemik batas wilayah kawasan Ijen di Kawah Ijen pun sudah terjadi bertahun-tahun lamanya.

Sejak 14 tahun lalu, pembahasan mengenai batas wilayah Ijen masih menemui jalan buntu. Kedua kabupaten masih bersikukuh. Saling klaim terkait batas yang benar dan salah. Namun, pembahasan terkait batas wilayah itu sebenarnya sudah klir setelah adanya pertemuan dari kedua kabupaten, tanggal 3 Juni 2021 di Surabaya.

Bahkan, pertemuan Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani difasilitasi langsung oleh Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Timur serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Tetapi, belakangan, Banyuwangi seakan meradang. Anggota legislatif Banyuwangi pun kebakaran jenggot terkait batas wilayah Ijen, yang dianggap lebih banyak masuk Bondowoso. Di sisi lain, Banyuwangi juga melayangkan surat kepada Kemendagri perihal perubahan batas wilayah tersebut.

Sebelumnya, KH Salwa Arifin menerangkan bahwa dalam pertemuan tersebut disepakati batas-batas mulai dari sekitar Gunung Raung, sekitar Gunung Rante, Kawah Ijen, hingga Gunung Ringgit. “Sisi tepi bibir Kawah Ijen sebelah barat itu wilayah Bondowoso. Kemudian, sisi bibir sebelah timur Kawah Ijen itu wilayah Banyuwangi,” ungkapnya.

Apalagi, sebagai landasan hukum pelaksanaan atas ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 Tahun 2021 dengan difasilitasi oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Gubernur Jawa Timur serta menghadirkan kedua kepala daerah, maka penegasan batas daerah antara dua kabupaten, khususnya subsegmen di atas perairan Kawah Ijen, telah disepakati.

Namun, belakangan, ternyata Banyuwangi kembali mempersoalkan batas wilayah itu. Beberapa waktu lalu, dalam rapat antara Badan Anggaran DPRD Banyuwangi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Banyuwangi muncul pertanyaan.

Ruliyono, Ketua Banggar DPRD Banyuwangi, menyampaikan, pihaknya akan berkonsultasi dengan Ketua DPRD Banyuwangi terkait keberatan atas batas wilayah tersebut. Anggota legislatif asal Kecamatan Glenmore ini mengaku, tim teknis yang mendampingi Bupati Banyuwangi tak boleh masuk dalam pertemuan di Surabaya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/