alexametrics
21.9 C
Jember
Saturday, 20 August 2022

Alami Gejala PMK kok Dibawa Ke Pasar

Mobile_AP_Rectangle 1

KADEMANGAN, Radar Ijen – Meski sudah terdapat sejumlah sapi yang terkonfirmasi positif penyakit mulut dan kuku (PMK), sejumlah pasar hewan di Bondowoso masih tetap beroperasi. Meski pengawasannya lebih ketat, para pedagang masih nekat berjualan. Seperti yang dilakukan di Pasar Hewan Selasaan, Kelurahan Kademangan. Akibatnya, seekor sapi yang hendak masuk area pasar harus dipulangkan karena mengalami gejala PMK.

BACA JUGA : Trackpad, Fitur di iPhone yang Belum Banyak Diketahui Pengguna

Pengawasan tersebut melibatkan beberapa unsur. Mulai dari Dinas Peternakan dan Perikanan, BPBD, TNI, hingga Polres Bondowoso. Mereka melakukan tracing terhadap seluruh sapi yang akan diperjualbelikan di tempat tersebut. Hal itu untuk menghindari dan mencegah penularan penyakit satu ini, mengingat penularannya terbilang cukup cepat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Muhammad Halil, Kepala Disnakkan Bondowoso, menerangkan, terdapat seekor sapi yang terpaksa harus dikembalikan atau dibawa pulang. Itu diketahui setelah petugas kesehatan hewan melakukan pemeriksaan dan mendapati bahwa sapi tersebut mengalami gejala PMK. Di antaranya gusinya luka, lidahnya bengkak, dan mengalami luka pada kaki. “Itu di-tracing oleh dinas dan diawasi oleh puskeswan setempat,” katanya.

- Advertisement -

KADEMANGAN, Radar Ijen – Meski sudah terdapat sejumlah sapi yang terkonfirmasi positif penyakit mulut dan kuku (PMK), sejumlah pasar hewan di Bondowoso masih tetap beroperasi. Meski pengawasannya lebih ketat, para pedagang masih nekat berjualan. Seperti yang dilakukan di Pasar Hewan Selasaan, Kelurahan Kademangan. Akibatnya, seekor sapi yang hendak masuk area pasar harus dipulangkan karena mengalami gejala PMK.

BACA JUGA : Trackpad, Fitur di iPhone yang Belum Banyak Diketahui Pengguna

Pengawasan tersebut melibatkan beberapa unsur. Mulai dari Dinas Peternakan dan Perikanan, BPBD, TNI, hingga Polres Bondowoso. Mereka melakukan tracing terhadap seluruh sapi yang akan diperjualbelikan di tempat tersebut. Hal itu untuk menghindari dan mencegah penularan penyakit satu ini, mengingat penularannya terbilang cukup cepat.

Muhammad Halil, Kepala Disnakkan Bondowoso, menerangkan, terdapat seekor sapi yang terpaksa harus dikembalikan atau dibawa pulang. Itu diketahui setelah petugas kesehatan hewan melakukan pemeriksaan dan mendapati bahwa sapi tersebut mengalami gejala PMK. Di antaranya gusinya luka, lidahnya bengkak, dan mengalami luka pada kaki. “Itu di-tracing oleh dinas dan diawasi oleh puskeswan setempat,” katanya.

KADEMANGAN, Radar Ijen – Meski sudah terdapat sejumlah sapi yang terkonfirmasi positif penyakit mulut dan kuku (PMK), sejumlah pasar hewan di Bondowoso masih tetap beroperasi. Meski pengawasannya lebih ketat, para pedagang masih nekat berjualan. Seperti yang dilakukan di Pasar Hewan Selasaan, Kelurahan Kademangan. Akibatnya, seekor sapi yang hendak masuk area pasar harus dipulangkan karena mengalami gejala PMK.

BACA JUGA : Trackpad, Fitur di iPhone yang Belum Banyak Diketahui Pengguna

Pengawasan tersebut melibatkan beberapa unsur. Mulai dari Dinas Peternakan dan Perikanan, BPBD, TNI, hingga Polres Bondowoso. Mereka melakukan tracing terhadap seluruh sapi yang akan diperjualbelikan di tempat tersebut. Hal itu untuk menghindari dan mencegah penularan penyakit satu ini, mengingat penularannya terbilang cukup cepat.

Muhammad Halil, Kepala Disnakkan Bondowoso, menerangkan, terdapat seekor sapi yang terpaksa harus dikembalikan atau dibawa pulang. Itu diketahui setelah petugas kesehatan hewan melakukan pemeriksaan dan mendapati bahwa sapi tersebut mengalami gejala PMK. Di antaranya gusinya luka, lidahnya bengkak, dan mengalami luka pada kaki. “Itu di-tracing oleh dinas dan diawasi oleh puskeswan setempat,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/