alexametrics
25.2 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Lapak PKL di Alun-Alun Banyak yang Keropos

Musim Hujan, Banyak Pedagang Enggan Berjualan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kondisi lapak pedagang kaki lima (PKL) di Alun-Alun RBA Ki Ronggo Bondowoso semakin memprihatinkan. Pasalnya, sudah banyak atap lapak yang bocor bahkan mengalami kerusakan yang parah. Hal tersebut membuat pedagang merasa tidak nyaman. Bahkan, mereka memilih untuk tidak berjualan. Apalagi di tengah musim hujan seperti saat ini.
Mujiati, Ketua Paguyuban PKL Alun-Alun, menyampaikan, sampai saat ini pihaknya hanya bisa pasrah. Sebab, sejak dibangun sampai sekarang, belum ada sentuhan dari pemerintah. Karena banyak yang keropos, banyak pedagang merasa risi dengan kondisi yang terjadi. Apalagi tempat tersebut berada di tengah-tengah kota. “Adanya lapak ini sejak 2009 lalu. Cuma, sampai saat ini belum ada pembenahan sama sekali,” ujar Mujiati, kemarin.
Dijelaskannya, karena banyak yang bocor, ada pedagang yang memilih tidak berjualan. Alasannya karena merasa tidak nyaman dengan kondisi yang ada. Musim hujan dengan lapak yang bocor, membuat dagangan tidak laku. Ditambah saat ini masih pandemi Covid-19. “Sejak satu tahun yang lalu tempat ini memang sudah mulai sepi. Tapi alhamdulillah, dibandingkan dengan wisata kuliner yang lain, di sini masih termasuk yang ramai,” paparnya.
Lebih lanjut, Mujiati berharap kepada pemerintah saat ini benar-benar serius untuk membenahi alun-alun. Serta menjadikan tempat pedagang tersebut sebagai salah satu wisata kuliner. “Berapa pun biaya yang dikucurkan dari APBD untuk pembenahan alun-alun, kami siap memberikan berapa pun PAD yang diminta,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya berharap pemerintah saat ini mampu memberikan kesan yang baik kepada para pedagang di alun-alun, sehingga sampai kapan pun namanya akan selalu dikenang oleh masyarakat. Salah satunya adalah membenahi fasilitas yang saat ini memprihatinkan tersebut. Kemudian, mampu menjadikan tempat tersebut sebagai salah satu ikon wisata kuliner. “Pemerintah hari ini saya harap bisa memberikan kesan, sehingga masyarakat bisa tetap mengingat,” tandasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kondisi lapak pedagang kaki lima (PKL) di Alun-Alun RBA Ki Ronggo Bondowoso semakin memprihatinkan. Pasalnya, sudah banyak atap lapak yang bocor bahkan mengalami kerusakan yang parah. Hal tersebut membuat pedagang merasa tidak nyaman. Bahkan, mereka memilih untuk tidak berjualan. Apalagi di tengah musim hujan seperti saat ini.
Mujiati, Ketua Paguyuban PKL Alun-Alun, menyampaikan, sampai saat ini pihaknya hanya bisa pasrah. Sebab, sejak dibangun sampai sekarang, belum ada sentuhan dari pemerintah. Karena banyak yang keropos, banyak pedagang merasa risi dengan kondisi yang terjadi. Apalagi tempat tersebut berada di tengah-tengah kota. “Adanya lapak ini sejak 2009 lalu. Cuma, sampai saat ini belum ada pembenahan sama sekali,” ujar Mujiati, kemarin.
Dijelaskannya, karena banyak yang bocor, ada pedagang yang memilih tidak berjualan. Alasannya karena merasa tidak nyaman dengan kondisi yang ada. Musim hujan dengan lapak yang bocor, membuat dagangan tidak laku. Ditambah saat ini masih pandemi Covid-19. “Sejak satu tahun yang lalu tempat ini memang sudah mulai sepi. Tapi alhamdulillah, dibandingkan dengan wisata kuliner yang lain, di sini masih termasuk yang ramai,” paparnya.
Lebih lanjut, Mujiati berharap kepada pemerintah saat ini benar-benar serius untuk membenahi alun-alun. Serta menjadikan tempat pedagang tersebut sebagai salah satu wisata kuliner. “Berapa pun biaya yang dikucurkan dari APBD untuk pembenahan alun-alun, kami siap memberikan berapa pun PAD yang diminta,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya berharap pemerintah saat ini mampu memberikan kesan yang baik kepada para pedagang di alun-alun, sehingga sampai kapan pun namanya akan selalu dikenang oleh masyarakat. Salah satunya adalah membenahi fasilitas yang saat ini memprihatinkan tersebut. Kemudian, mampu menjadikan tempat tersebut sebagai salah satu ikon wisata kuliner. “Pemerintah hari ini saya harap bisa memberikan kesan, sehingga masyarakat bisa tetap mengingat,” tandasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kondisi lapak pedagang kaki lima (PKL) di Alun-Alun RBA Ki Ronggo Bondowoso semakin memprihatinkan. Pasalnya, sudah banyak atap lapak yang bocor bahkan mengalami kerusakan yang parah. Hal tersebut membuat pedagang merasa tidak nyaman. Bahkan, mereka memilih untuk tidak berjualan. Apalagi di tengah musim hujan seperti saat ini.
Mujiati, Ketua Paguyuban PKL Alun-Alun, menyampaikan, sampai saat ini pihaknya hanya bisa pasrah. Sebab, sejak dibangun sampai sekarang, belum ada sentuhan dari pemerintah. Karena banyak yang keropos, banyak pedagang merasa risi dengan kondisi yang terjadi. Apalagi tempat tersebut berada di tengah-tengah kota. “Adanya lapak ini sejak 2009 lalu. Cuma, sampai saat ini belum ada pembenahan sama sekali,” ujar Mujiati, kemarin.
Dijelaskannya, karena banyak yang bocor, ada pedagang yang memilih tidak berjualan. Alasannya karena merasa tidak nyaman dengan kondisi yang ada. Musim hujan dengan lapak yang bocor, membuat dagangan tidak laku. Ditambah saat ini masih pandemi Covid-19. “Sejak satu tahun yang lalu tempat ini memang sudah mulai sepi. Tapi alhamdulillah, dibandingkan dengan wisata kuliner yang lain, di sini masih termasuk yang ramai,” paparnya.
Lebih lanjut, Mujiati berharap kepada pemerintah saat ini benar-benar serius untuk membenahi alun-alun. Serta menjadikan tempat pedagang tersebut sebagai salah satu wisata kuliner. “Berapa pun biaya yang dikucurkan dari APBD untuk pembenahan alun-alun, kami siap memberikan berapa pun PAD yang diminta,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya berharap pemerintah saat ini mampu memberikan kesan yang baik kepada para pedagang di alun-alun, sehingga sampai kapan pun namanya akan selalu dikenang oleh masyarakat. Salah satunya adalah membenahi fasilitas yang saat ini memprihatinkan tersebut. Kemudian, mampu menjadikan tempat tersebut sebagai salah satu ikon wisata kuliner. “Pemerintah hari ini saya harap bisa memberikan kesan, sehingga masyarakat bisa tetap mengingat,” tandasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/