KALIWATES, Radar Jember - Pesta gol terjadi di Stadion Gelora Ratu Pamelingan saat Persid Jember menghancurkan perlawanan Persinga Ngawi dengan skor telak 4-1.
Kemenangan ini bukan sekadar raihan posisi ketiga, tetapi momen emosional untuk mengakhiri dahaga prestasi yang telah berlangsung selama 20 tahun atau dua dekade lamanya.
Dominasi Persid terlihat sejak peluit pertama dibunyikan.
Baca Juga: Pimpin Daftar Kemiskinan di Jawa Timur, Bupati Jember Gus Fawait: Pengentasan ini Bukan Sulapan!
Permainan taktis dan serangan balik mematikan membuat barisan pertahanan Persinga kocar-kacir.
Hasil ini menjadi bukti bahwa talenta lokal Jember mampu berbicara banyak jika diberikan ruang dan kepercayaan yang tepat di atas lapangan hijau.
Sejarah baru telah dituliskan. Masyarakat Jember yang merindukan kejayaan sepakbola kini bisa kembali membusungkan dada.
Keberhasilan menyabet posisi juara ketiga Liga 4 Jawa Timur ini menjadi fondasi awal untuk membangun kembali dinasti sepakbola di wilayah tapal kuda.
“Ini surprise bagi saya dan tentunya bagi seluruh masyarakat Kabupaten Jember. Penantian selama 20 tahun akhirnya terjawab,” kata Bupati Jember Muhammad Fawait, dengan bangga, saat menyambut kedatangan skuad Macan Raung, di Hall Prajamukti Kantor Pemkab Jember, Senin malam (16/2/2026).
Ketua Yayasan Persid Jember, Ardi Pujo Prabowo, menambahkan bahwa hasil ini adalah buah dari kerja keras kolektif.
“Meskipun target awal adalah juara pertama, posisi ketiga tetap merupakan pencapaian yang patut dibanggakan mengingat persiapan kami yang sangat singkat,” kata Ardi. (mau)
Editor : M. Ainul Budi