Radar Jember – Pengguna jalan yang melintas di Jalur Gumitir, jalan nasional penghubung Jember-Banyuwangi, diminta meningkatkan kewaspadaan. Dalam sehari, kemarin (18/8), terjadi dua kecelakaan tunggal yang melibatkan truk bermuatan. Keduanya sama-sama terguling di kawasan Kecamatan Silo.
Kecelakaan pertama terjadi sekitar pukul 05.00. Truk diesel bernopol B 9787 FYV yang dikemudikan Alfin, 20, warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terguling di jalan menikung KM 33.600, Dusun Pasar Alas, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo.
Truk tersebut membawa muatan ikan asin dari Rembang, Jawa Tengah, yang hendak dikirim ke Banyuwangi. Saat melintas di tikungan, Alfin dikejutkan dengan truk dari arah Banyuwangi yang melaju cukup kencang hingga keluar dari garis tengah marka jalan.
Untuk menghindari tabrakan, Alfin spontan membanting setir ke kiri. Namun, truk justru kehilangan keseimbangan hingga terguling ke sisi kiri jalan. Puluhan zak berisi ikan asin ikut terlempar dan tumpah ke jurang yang ditumbuhi tanaman kopi serta pohon durian.
"Untuk menghindari kecelakaan, saya spontan banting setir ke kiri. Truk berjalan ke kiri hingga akhirnya terguling. Muatan ikan asin dalam puluhan zak ikut terlempar ke jurang," kata Alfin.
Akibat kejadian tersebut, bagian kiri truk mengalami kerusakan cukup parah. Beruntung, truk masih berada di sisi jalan sehingga tidak sampai masuk ke jurang. Hanya muatan ikan asin yang sebagian besar terlempar ke bawah.
Saat kejadian, Alfin bersama rekannya, Didik Prasetyo, 28, yang juga warga Kabupaten Pati. Keduanya selamat dan tidak mengalami luka serius. Kanitlantas Polsek Silo Aipda Dwi Cahyo Utomo mengatakan, kecelakaan tersebut terjadi saat truk dari arah Jember berpapasan dengan kendaraan dari arah Banyuwangi di jalan menikung. Sopir truk bermuatan ikan asin kemudian berusaha menghindari tabrakan hingga kendaraan terguling.
Baca Juga: Bupati Fawait Pimpin Groundbreaking KNMP! Ini 3 Desa Pesisir Jember yang Disulap Jadi Sentra Modern
Proses evakuasi dilakukan dengan menarik truk menggunakan kendaraan lain yang melintas. Selama proses evakuasi, arus lalu lintas sempat ditutup total. Setelah kendaraan berhasil dievakuasi, jalur Jember-Banyuwangi kembali normal. Seluruh muatan ikan asin yang terlempar ke jurang juga berhasil dievakuasi.
Belum selesai penanganan kecelakaan pertama, kecelakaan tunggal kembali terjadi di kawasan Gumitir. Sekitar pukul 07.45, truk Isuzu bernopol P 9965 GE bermuatan sekitar 8 ton tebu terguling di KM 33.600, Dusun Curahdamar, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo.
Truk tersebut dikemudikan Nofan, 20, warga Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong. Sebelum terguling, truk mengangkut tebu dari Blater, Kecamatan Tempurejo, untuk dikirim ke IGG, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi.
Perjalanan dari arah Jember menuju Banyuwangi awalnya berjalan normal. Namun, saat sampai di tikungan tajam depan Cafe Mrawan, sopir harus mengambil haluan ke kanan karena kondisi jalan menanjak sekaligus menikung.
Saat melintasi tikungan, truk justru miring ke kanan hingga kehilangan keseimbangan. Kendaraan yang membawa muatan cukup berat itu akhirnya terguling di sisi kanan jalan, di luar garis marka. "Saat mengambil haluan ke kanan di jalan yang menanjak dan menikung, truk malah miring ke kanan dan terguling," kata Nofan.
Sebagian muatan tebu tumpah ke badan jalan. Meski demikian, posisi truk berada di luar garis marka sehingga kendaraan dari kedua arah masih dapat melintas. Pengguna jalan tetap diminta berhati-hati karena proses evakuasi berlangsung di jalur utama Jember-Banyuwangi.
Kanitlantas Polsek Silo Aipda Dwi Cahyo Utomo mengatakan, kecelakaan truk tebu diduga dipicu patahnya pir bak truk. Kondisi tersebut membuat bak kendaraan miring ketika melintasi jalan yang menanjak dan menikung. "Tepat di jalan menikung, sopir mengambil haluan ke kanan karena jalannya miring dan menanjak. Saat jalan naik dan menikung, bak bukan miring ke kiri, tetapi malah terguling ke kanan," jelas Cahyo.
Baca Juga: Edukasi Usia Emas! Lebih dari 20 Ribu Anak Telah Ikuti Pelatihan Dokter Kecil RS Bina Sehat Jember
Petugas kemudian melakukan pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan. Mengingat jalur Gumitir merupakan akses utama penghubung Jember dan Banyuwangi, arus kendaraan dari kedua arah diberlakukan sistem buka tutup selama proses evakuasi.
Sebelum truk dievakuasi, seluruh muatan tebu dipindahkan terlebih dahulu ke kendaraan lain. Setelah muatan selesai dipindahkan, truk yang terguling ditarik menggunakan kendaraan lain hingga berhasil dievakuasi dari lokasi.
Dua kecelakaan yang terjadi dalam waktu berdekatan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kejadian itu kembali menjadi pengingat bagi pengguna jalan untuk lebih berhati-hati saat melintasi jalur Gumitir, terutama di sejumlah titik tikungan dan tanjakan yang rawan kecelakaan. (jum/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh