SIDOMULYO, Radar Jember – Kendaraan besar dengan muatan berat masih kerap mengalami gangguan (trouble) di jalur Gumitir. Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas di jalur nasional Jember–Banyuwangi sering diberlakukan sistem buka tutup oleh petugas dan relawan.
Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah kendaraan besar seperti dump truck jumbo, kontainer, hingga truk gandeng mengalami kendala. Kerusakan yang terjadi bervariasi, mulai dari mesin, gardan, radiator, hingga rem blong.
Akibatnya, ketika kendaraan besar mengalami trouble, terutama di jalur menanjak dan tikungan tajam, arus lalu lintas harus diatur secara bergantian.
Pada Senin (20/4), tercatat dua kendaraan besar mengalami trouble di hari yang sama. Salah satunya truk gandeng bermuatan pupuk dari arah Banyuwangi yang mengalami kerusakan gardan di KM 36, tepatnya di jalur letter S, Dusun Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo.
“Truk Fuso berpelat P 8835 UR terpaksa berhenti di jalan menikung dan menanjak,” ujar Wiji Harianto.
Tak lama berselang, sekitar pukul 16.00 WIB, truk gandeng lain bermuatan kayu sengon juga mengalami trouble di titik berbeda.
Baca Juga: Siapkan 3 Juta Paket RTE, Kemenhaj Antisipasi Kendala Logistik Armuzna, Begini Progresnya Sekarang
“Sehingga ada dua lokasi kendaraan besar mengalami trouble pada hari yang sama,” tambahnya.
Kondisi ini membuat petugas harus memberlakukan penutupan jalan di dua titik secara bergantian. Sementara itu, Kasatlantas Polres Jember Bernardus Bagas Simarmata mengimbau para sopir untuk memastikan kondisi kendaraan sebelum melintas di jalur Gumitir.
“Jalur Gumitir memiliki banyak tanjakan dan turunan. Sopir harus benar-benar mengecek kondisi kendaraan, terutama rem dan mesin,” ujarnya.
Ia menambahkan, kendaraan besar yang mengalami trouble di jalur ekstrem seperti Gumitir sangat berisiko mengganggu arus lalu lintas.
“Masih ditemukan kendaraan dengan kondisi tidak prima, bahkan ada yang mengalami rem tidak berfungsi,” tegasnya.
Hingga (21/4) sore, dua truk gandeng tersebut masih dalam proses perbaikan di lokasi. (jum/dwi)
Editor : M. Ainul Budi