KEPATIHAN, Radar Jember – Upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas terus digencarkan jajaran Satlantas Polres Jember. Melalui berbagai program edukasi dan sosialisasi, kepolisian berupaya membangun kesadaran masyarakat untuk mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcar Lantas) di seluruh wilayah Kabupaten Jember.
Kasatlantas Polres Jember, AKP Bernardus Bagas Simarmata, mengatakan, sosialisasi dilakukan secara masif dengan menyasar berbagai kalangan, mulai dari pelajar, komunitas pengendara, sopir angkutan umum, hingga masyarakat umum di tingkat kecamatan.
Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk penyuluhan langsung, pembagian brosur, pemasangan spanduk imbauan, hingga kampanye keselamatan melalui media sosial resmi kepolisian.
Dia menambahkan bahwa faktor kelalaian manusia masih menjadi penyebab dominan terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Karena itu, pendekatan yang dilakukan lebih menitikberatkan pada perubahan perilaku pengendara.
“Sebagian besar kecelakaan diawali dari pelanggaran lalu lintas. Maka yang kami dorong adalah kesadaran dari dalam diri pengendara itu sendiri. Tertib berlalu lintas bukan semata karena takut ditilang, tetapi karena sadar akan pentingnya keselamatan,” ujarnya.
Menurutnya, sejumlah pelanggaran yang masih sering ditemukan di lapangan antara lain pengendara tidak memakai helm standar SNI, melawan arus, berboncengan lebih dari dua orang, tidak menggunakan sabuk pengaman, hingga menggunakan ponsel saat berkendara. Kebiasaan tersebut dinilai berisiko tinggi dan berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.
Ia menegaskan, keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama. Tidak hanya aparat kepolisian, tetapi juga seluruh pengguna jalan.
“Kesadaran tertib berlalu lintas adalah kunci utama menekan angka kecelakaan. Kami terus mengingatkan bahwa satu kelalaian kecil bisa berdampak besar, bahkan menghilangkan nyawa,” tegasnya.
Selain edukasi, Satlantas juga rutin menggelar patroli di sejumlah titik rawan pelanggaran dan kecelakaan. Kawasan padat kendaraan, jalur utama antar kecamatan, serta area sekolah menjadi perhatian khusus. Patroli dilakukan untuk memberikan rasa aman sekaligus mencegah potensi pelanggaran sejak dini.
Meski demikian, Bernardus menegaskan bahwa pendekatan persuasif tetap menjadi prioritas. Penindakan hukum dilakukan sebagai langkah terakhir apabila imbauan tidak diindahkan.
“Kami lebih mengedepankan edukasi dan pencegahan. Namun jika masih ada pelanggaran yang membahayakan, tentu akan kami tindak sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.
Satlantas Polres Jember juga memanfaatkan perkembangan teknologi dengan menyebarkan pesan-pesan keselamatan melalui media sosial. Konten edukatif dibuat dengan bahasa yang mudah dipahami agar menjangkau generasi muda yang aktif di dunia digital.
Dengan langkah yang dilakukan secara berkelanjutan dan menyeluruh, pihaknya berharap angka kecelakaan lalu lintas di Jember dapat ditekan secara signifikan. Lebih dari itu, disiplin berlalu lintas diharapkan menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, bukan hanya muncul saat ada razia atau operasi kepolisian.
“Harapan kami, masyarakat Jember semakin sadar bahwa keselamatan adalah kebutuhan. Dengan tertib berlalu lintas, kita bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga orang lain,” pungkasnya. (dhi/dwi)
Editor : M. Ainul Budi