Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Detik-Detik Bus Anugerah Abadi Nyaris Masuk Jurang Gumitir Jember, Sopir Sigap Banting Setir ke Tebing!

Jumai RJ • Rabu, 25 Februari 2026 | 19:00 WIB

MASIH SELAMAT: Bus Anugerah Abadi nyaris terperosok setelah mengalami gangguan selang rem di Jalur Gumitir, Kecamatan Silo, Selasa (24/2).
MASIH SELAMAT: Bus Anugerah Abadi nyaris terperosok setelah mengalami gangguan selang rem di Jalur Gumitir, Kecamatan Silo, Selasa (24/2).

Radar Jember – Jalur Gumitir yang merupakan jalan nasional penghubung Jember–Banyuwangi nyaris memakan korban.

Bukan truk lagi yang menjadi langganan kecelakaan tunggal. Melainkan bus yang mengalami gangguan pada sistem pengereman hingga nyaris masuk jurang

Bus Anugerah Abadi berpelat nomor P 7807 UH yang dikemudikan Rudi Antonius, warga Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, mengalami kendala pada selang rem saat melaju dari Banyuwangi menuju Jember.

Di dalam bus terdapat tiga orang penumpang.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 12.00 WIB di Jalur Gumitir, Kecamatan Silo.

Saat melintas di turunan dengan kondisi jalan berkelok dan berbatasan dengan jurang, rem bus tidak berfungsi normal.

Diduga, selang rem mengalami gangguan sehingga daya pengereman berkurang secara perlahan hingga akhirnya blong.

Menyadari kondisi tersebut, sopir berinisiatif membanting setir ke kanan dan memilih membenturkan bus ke tebing agar menghentikan lajunya.

Bus akhirnya terperosok ke sisi kanan jalan dan berhenti setelah menabrak tumpukan pasir.

Beruntung, saat kejadian tidak ada kendaraan dari arah berlawanan sehingga kecelakaan lebih fatal dapat dihindari.

Kanit Lantas Polsek Silo, Iqbal, mengatakan sopir mengambil keputusan cepat dengan membanting setir ke kanan demi menghindari jurang di sisi kiri jalan.

“Beruntung sopir sigap dan kondisi lalu lintas dari arah berlawanan sedang kosong. Bus berhenti setelah menabrak tumpukan pasir, sehingga penumpang selamat,” ujarnya.

Iqbal menjelaskan, setelah melewati puncak Gumitir dan memasuki jalur menurun, rem tidak lagi berfungsi optimal.

Gangguan pada selang rem menyebabkan pengereman hilang secara perlahan.

Selain kejadian tersebut, di hari yang sama juga terdapat truk tronton bermuatan berat yang mengalami gangguan pada bagian dinamo.

Kendaraan tersebut sempat berhenti di tanjakan sebelum puncak Gumitir karena tidak kuat menanjak.

Menurut Iqbal, dalam sehari setidaknya ada dua kendaraan besar yang mengalami kendala teknis saat melintas di Jalur Gumitir.

Kondisi jalan yang berkelok, menanjak, dan menurun tajam memang rawan kecelakaan, terutama akibat rem blong.

Setelah dilakukan perbaikan pada bagian yang bermasalah, bus maupun tronton tersebut akhirnya dapat melanjutkan perjalanan.

Pihak kepolisian mengimbau para sopir kendaraan besar, seperti bus dan truk, untuk selalu mengecek kondisi rem dan mesin sebelum melintas di Jalur Gumitir.

“Pastikan rem dan kondisi kendaraan benar-benar prima sebelum masuk jalur Gumitir. Karena jalur ini banyak tikungan tajam dan turunan panjang,” tegasnya. (jum/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #masuk jurang #bus #laka lantas #Jalur Gumitir #rem blong