Radar Jember – Dini hari seharusnya menjadi waktu beristirahat.
Namun Senin (23/2) pukul 01.30, suasana Jalan Gajah Mada, Kelurahan/Kecamatan Kaliwates, berubah menjadi kepanikan.
Sebuah rombong nasi goreng hancur dan satu nyawa tak tertolong.
Mobil Suzuki Ertiga bernopol P 1943 WT yang dikemudikan Ilmar Rasunda, 27, warga Dusun Sumberluhur, Desa Tegaldlimo, Kecamatan Tegaldlimo, melaju dari arah kota.
Diduga sopir dalam kondisi mengantuk, kendaraan tiba-tiba oleng dan tak lagi terkendali.
Di tepi jalan, Ayu Asri, 19, warga Perum Sundana, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, tengah menjaga rombong nasi goreng miliknya.
Dalam hitungan detik, mobil meluncur ke kanan dan menghantam rombong tersebut.
Ayu yang duduk di pinggir jalan ikut tersambar. Benturan keras membuatnya meninggal dunia di lokasi kejadian dengan luka parah.
Tak berhenti di situ, mobil Ertiga warna putih itu masih melaju dan kembali menabrak motor Honda Beat yang terparkir. Motor tersebut juga milik korban.
Kanit Laka Satlantas Polres Jember Ipda Tommy Nur Alamsyah menjelaskan, kecelakaan terjadi akibat sopir mengantuk sehingga kehilangan kendali.
“Mobil melaju dengan kecepatan cukup tinggi, kemudian oleng dan menabrak pedagang nasi goreng. Korban yang berada di pinggir jalan ikut tertabrak,” ujarnya.
Laka Maut juga Terjadi di Ambulu
Beberapa jam berselang, kecelakaan maut juga terjadi di jalur selatan Jember.
Tepatnya di Jalan Raya Desa Karanganyar, Kecamatan Ambulu, jalur penghubung Jenggawah–Ambulu.
Sepeda motor Honda Beat nopol P 6186 HK yang dikendarai Shila, 17, warga Dusun Krajan, Desa Sruni, Kecamatan Jenggawah, melaju dari arah utara.
Ia berboncengan dengan Avil, 18, warga Dusun Krajan Kidul, Desa Karanganyar, Kecamatan Ambulu.
Saat tiba di lokasi kejadian, dari arah berlawanan muncul sepeda motor lain yang berusaha mendahului kendaraan di depannya.
Diduga melaju terlalu ke kanan dengan kecepatan tinggi, motor tersebut tak sempat menghindar hingga terjadi tabrakan adu banteng.
Benturan keras membuat kedua pengendara terpental.
Shila mengalami luka parah di bagian kepala dan meninggal dunia di lokasi.
Sementara Avil mengalami luka-luka dan dilarikan ke Puskesmas Ambulu untuk mendapatkan perawatan.
Ipda Tommy Nur Alamsyah kembali menegaskan, kecelakaan diduga akibat kurang hati-hatinya pengendara dari arah selatan yang hingga kini belum diketahui identitasnya.
Dua lokasi, dua kecelakaan, dua nyawa melayang dalam satu malam.
Duka menyelimuti keluarga korban, sekaligus menjadi pengingat bahwa rasa lelah dan kelengahan di jalan raya bisa berujung maut. (jum/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh