radar jember - HARI Mulyono, mengaku malam pertama tepatnya Kamis malam Jumat diganggu roh halus. Sopir mengaku didatangi seorang perempuan yang berdiri dibelakang bus yang masuk sawah.
“Kamis malam Jumat, saya bersama kondektur dan kernet harus tidur di bus. Pada Kamis malam saya melihat ada seorang perempuan yang berdiri dipinggir jalan tepatnya dibelakang bus yang saya sopiri," kata Mulyono.
Sejak proses evakuasi yang dilakukan sejak kecelakaan pada Kamis (22/1) itu hingga Sabtu (24/1) belum juga berhasil.
Sehingga ada petunjuk dari warga sekitar agar dilakukan ritual, sehingga sopir datang kerumah sesepuh warga yang tidak jauh dari lokasi. Apalagi dilokasi sering terjadi kecelakaan tunggal rata-rata kendaraan yang dari arah banyuwangi ke Jember.
"Saya mendatangi rumah tokoh dan diminta untuk melakukan ngaji bersama. Sehingga pada Minggu (25/1) pagi sebelum proses evakuasi melalukan ritual dilokasi dengan membakar kemenyan dan menyiramkan air dibagian body bus dan pada Crane," kata Mulyono kepada Jawa Pos Radar Jember.
Karena sebelumnya alat Derek yang didatangkan dari Jember dan Banyuwangi tidak bisa mengatasi. Bahkan bus yang masuk sawah sama sekali tidak bergeser saat evakuasi sebelumnya.
“Ritual ini dilakukan karena dilokasi juga sering terjadi kecelakaan dan dilokasi sering terlihat sosok orang perempuan yang sering nampak dilokasi," kata Mulyono.
"Alhamdulillah saat proses evakuasi hari keempat menggunakan dua Crane dari Banyuwangi akhirnya tidak ada kendala dan berjalan lancar," pungkasnya
Pantauan Jawa Pos Radar Jember proses evakuasi hari keempat, jalan nasional jurusan Jember - Banyuwangi ditutup total selama 1 jam. Karena lokasi berada dijalan nasional, pengamanan jalur nasional dibantu petugas Polsek Silo dan Mayang. Mengingat saat proses evakuasi, alat Derek jenis Crane berada dibahu jalan.(jum/bud)
Editor : M. Ainul Budi