SUMBER KEJAYAN, Radar Jember - Bus Pariwisata rombongan peziarah asal Kalimantan bernopol M 7622 UA yang di sopiri Hari Mulyono, 55, warga Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang akhirnya berhasil dievakuasi.
Bus dengan 60 orang penumpang itu mengalami kecelakaan dijalan menurun Desa Sumber Kejayan, Kecamatan Mayang pada Kamis (22/1) pukul 11.00 Wib.
Untuk proses evakuasi bus PO Day Bus hari keempat terpaksa menggunakan dua derek, keduanya Derek jenis Crane didatangkan dari Banyuwangi.
Bus dengan 60 orang penumpang berjalan dari arah Banyuwangi ke Jember.
Sesampai di jalan Raya Desa Sumber Kejayan, Kecamatan Mayang, mengalami kecelakaan gara-gara menghindari tabrakan dengan truk box dari arah berlawanan.
Bus yang disopiri Hari Mulyono itu hingga masuk ke sawah di jalan menikung dan menurun. Beruntung tak ada korban, 60 orang penumpang termasuk sopir dan dua crew rombongan peziarah masih selamat.
Saat menghindari tabrakan, sopir Bus banting setir ke kiri hingga masuk ke sawah yang ada tanaman padinya milik warga sekitar.
“Bus yang masuk ke sawah hingga bagian ban tertancap di sawah,” kata Faiz, warga setempat. Untuk proses evakuasi, awalnya sudah menggunakan derek manual dari Jember, dan evakuasi juga menggunakan derek dari Banyuwangi.
“Baru hari keempat sejak mengalami kecelakaan pada Kamis (22/1) bus baru bisa dilakukan evakuasi menggunakan dua derek jenis Crane pada Minggu (25/1/),” imbuh Faiz.
“Selama proses evakuasi belum berhasil selama tiga hari sejak kecelakaan, sopir bersama dua crew harus tidur dibagasi bus,” pungkasnya.
Hari Mulyono, mengaku seluruh penumpang yang berjumlah 60 orang itu selamat.
“Setelah bus masuk sawah, pintu sebelah kiri bagian depan dan belakang tidak bisa dibuka. Sehingga seluruh penumpung turunnya harus melewati pintu sopir sebelah kanan. Untuk pintu darurat tidak bisa dilewati karena terlalu tinggi,” beber Hari.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, selama proses evakuasi berlangsung personil anggota Polsek Mayang bersma Polsek Silo melakukan pengamanan.
Untuk kendaraan roda dua petugas memberlakukan dengan system buka turu. Sedangkan kendaraan roda empat dan truk lainnya harus menunggu proses evakuasi selesai.(jum/bud)
Editor : M. Ainul Budi