Radar Jember - Sopir Travel Isuzu Elf berpelat B 7273 IR, M Ali Mustofa, 4, asal Dusun Yosowinangon, RT 002 RW 002, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, sempat berhenti saat melihat tronton yang berjalan miring di tikungan.
Namun, nasib berkata lain. Kendaraan tronton tersebut terguling.
“Saya berhenti karena ada tronton dengan muatan berat itu ambil haluan ke kanan di jalan menikung dan menurun. Kondisinya sudah miring ke kanan. Sedangkan mobil yang satu arah di depan terus berjalan. Saya tidak tahu kalau mobil di depan itu tertimpa muatan tronton yang berjalan miring dan terguling. Saya kira mobil di depan saya itu sudah aman,” katanya.
Ternyata, ada sopir dari arah Jember yang memberi tahu ada mobil putih sudah tertimpa tronton.
“Tronton yang sudah terguling terus berjalan dan baru berhenti setelah menabrak mobil," kata Ali.
Mobil dengan 15 penumpang, katanya, terseret beberapa meter dan terguling ke kiri.
Tronton menabrak bagian kanan tepat di bagian sopir dan terguling ke kiri.
“Saya langsung keluar dari kaca depan yang sudah hancur bersama seluruh penumpang,” kata Ali.
Ali keluar dari kaca depan diikuti 15 orang penumpang lainnya yang terdiri atas 3 anak-anak dan 12 orang dewasa.
Total penumpang dalam Isuzu Elf ada 15 orang.
Sebagian penumpang tertidur menjelang kejadian.
Melihat ada truk miring dan menabrak, sebagian penumpang yang terjaga sontak menjerit.
“15 orang penumpang asal Banyuwangi itu hendak pulang ke Sumatera Selatan (Sumsel) setelah liburan tahun baru di Banyuwangi. Dari tiga penumpang yang luka-luka itu ada satu orang dewasa, dan 2 anak-anak,” ucapnya.
Mereka yang tertimpa musibah akan pulang ke tempat transmigrasi yang sudah 30 tahun mereka tinggali di Sumsel.
“Saya berangkat dari Banyuwangi itu setelah salat Magrib, saya ini sudah berhenti setelah melihat truk mau terguling di jalan yang menurun dan menikung. Beruntung saat mobil tertabrak tronton ada pengaman jalan dari besi sehingga tidak terlempar ke jurang,” katanya.
Penumpang di depan anak perempuan sempat tidur, yang anak–anak dan orang dewasa berada di bangku tengah dan belakang.
“Penumpang perempuan yang mengalami luka robek di lengan kiri itu duduk di belakang dan terkena kaca. Sebagian penumpang memang sedang tidur, sementara yang laki-laki tidak tidur sehingga sempat menjerit saat tronton itu terguling dan akhirnya menabrak rombongan,” jelas Ali.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kondisi korban baik penumpang Sigra bersama sopir dan penumpang Isuzu Elf menjalani perawatan di Klinik Puspa Medika Garahan, Kecamatan Silo.
Terlihat sopir Sigra bernama Achmad Ghofir, warga Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, tidak sadarkan diri dan harus dirujuk ke RSD dr Soebandi Jember.
Sementara, tim nakes dari Klinik Puspa Medika sibuk menangani korban yang luka-luka kena pecahan kaca.
Ada beberapa anak yang mengalami luka, salah satunya penumpang Daihatsu Sigra dan penumpang Isuzu Elf.
Kanitlaka Satlantas Polres Jember Ipda Tommy Nur Alamsyah bersama anggotanya tiba di klinik melihat kondisi korban, kemarin.
“Untuk korban yang luka parah dan kritis selanjutnya dirujuk ke RSD dr Soebandi Jember. Untuk sopir tronton asal Lumajang yang mengalami luka-luka akibat terjepit kabin tronton diamankan petugas di Pospam Garahan, Kecamatan Silo,” katanya. (jum/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh