SIDOMULYO, Radar Jember - Kecelakaan tunggal di jalan raya nasional jurusan Jember - Banyuwangi kembali terjadi.
Sebelumnya truk Fuso bermuatan tisu mengalami kecelakaan akibat rem blong di Km 36, Dusun Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo.
Kini kecelakaan tunggal kembali terjadi dijalan nasional tepatnya di Dusun Curahdamar, Desa Sidomulyo Kecamatan Silo Sabtu (11/10) pukul 05.00 wib.
Sebuah truk Isuzu bernopol B 9363 SYW yang disopiri Muhammad Ulil Albab, 19, warga Desa Balung Kidul, Kecamatan Balung, Jember terguling setelah oleng ke kanan.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, hanya muatan buah naga sebagian terlempar ke jurang yang ada tanaman pohon pinus.
Truk bermuatan buah naga berjalan dari arah Banyuwangi ke Jember tiba-tiba hilang kendali dan berjalan oleng ke kanan.
Truk berjalan tanpa kendali saat terjadi oleng di jalan menurun dan menikung.
Tepat di jalan menurun dan agak menikung kekanan itu truk sulit dikendalikan. Truk bermuatan buah naga itu terus berjalan lurus hingga terguling kekanan.
Beruntung saat kondisi oleng hingga masuk jurang masih selamat tidak menabrak pohon.
Truk bermuatan buah naga berjalan olrng hingga terguling. Sementara buah naga dalam dalam kotak terlempar di jurang.
Beruntung truk yang di Sopiri Muhammad Ulil Albab, itu lolos dari pohon. Karena disisi kanan jalan iyu banyak pohon tanaman keras.
Rencana buah naga dari Banyuwangi itu hendak dikirim ke Palembang.
"Tiba-tiba sesampai dijalan menurun dan menikung berjalan lurus hingga terperosok kejurang," kata sopir asal Balung itu.
AIPDA Dwi Cahyo Utomo Kanitlantas Polsek Silo mengatakan, kecelakaan tunggal yang dialami truk pengangkut buah itu karena tiba-tiba oleng hingga keluar garis tengah.
Kebetulan jalan menurun dan menikung landai kekanan, sehingga truk muatan berat itu berjalan oleng kekanan dan terus terguling.
Tidak ada korban jiwa, hanya muatan buah naga yang berserakan di jurang sedalam 3 meteran.
Untuk mengevakuasi truk yang terguling, seluruh muatan harus dipindah ketruk lain.
Baru setelah kosong dilakukan evakuasi.
"Kepada sopir hendaknya tetap waspada saat melintas dijalur gumitir, baik setelah melintas atau sebelum memasuki gumitir," pungkasnya.(jum).
Editor : M. Ainul Budi