Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Memang Rawan Rem Blong! Fakta Jalur Ekstrem Bromo yang Sering Jadi Lokasi Kecelakaan Maut

Imron Hidayatullahh • Rabu, 17 September 2025 | 21:56 WIB
Photo
Photo

Radar Jember – Jalur menuju wisata Gunung Bromo di wilayah Kabupaten Probolinggo kembali menjadi sorotan usai kecelakaan bus rombongan RS Bina Sehat Jember di Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Minggu (14/9) lalu.

Tragedi ini menambah daftar panjang insiden maut di Jalur Bromo, khususnya di ruas Lumbang dan Sukapura yang dikenal ekstrem.

Karakter Jalur Ekstrem

Bagi warga lokal maupun wisatawan, jalur menuju Bromo bukan memang dikenal indah. Namun, juga penuh risiko dan berbahaya bagi pengendara.

Dari arah Probolinggo, pengendara harus melewati serangkaian tanjakan curam dengan kemiringan tajam.

Disertai tikungan berliku yang membatasi jarak pandang.

Dari atas, kontur jalan menurun panjang membuat kendaraan rentan mengalami rem blong.

Turunan yang menikung jadi titik paling berisiko di jalur ini.

Kecelakaan bukan sekali dua kali terjadi di jalur ini.

Jeep wisata yang biasa mengangkut turis beberapa kali terguling bahkan masuk jurang di jalur Sukapura akibat kehilangan kendali.

Seperti yang terjadi pada Juli 2025 lalu, di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Selain itu, sepeda motor kerap terjatuh karena tidak kuat menahan laju di turunan panjang, terutama saat musim hujan.

Bus rombongan wisata menjadi yang paling fatal, dengan kasus terbaru menewaskan sembilan orang dari rombongan asal Jember.

Sebelumnya, 7 Maret 2023 silam, bus rombongan pelajar asal Jakarta Selatan mengalami rem blong dan menghantam banyak kendaraan di Pasar Lumbang, Desa/Kecamatan Lumbang, Probolinggo.

Faktor utama rawannya kecelakaan di jalur Bromo adalah kombinasi topografi ekstrem dan keterbatasan rekayasa jalan.

Tak ada jalur evakuasi darurat atau escape lane bagi kendaraan yang mengalami masalah rem.

“Mungkin ini kaitannya dengan kondisi jalan yang menurun. Sehingga idealnya harus ada jalur penyelamat yang dapat digunakan sewaktu-waktu bilamana ada kendaraan yang remnya blong,” tutur Kepala BPTD Kelas II Jawa Timur, Bambang Hermanto.

Wisatawan yang hendak menuju Gunung Bromo sebaiknya memastikan kelayakan kendaraan.

Baik sepeda motor, mobil, maupun kendaraan besar seperti bus.

Selain itu, kondisi jalur yang ekstrem juga wajib jadi pertimbangan.

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #bromo #jalur rawan #kecelakaan bus #gunung bromo #RS Bina Sehat