Radar Jember - Polisi mengungkap hasil penyelidikan sementara terkait kecelakaan bus pariwisata IND’S 88 Trans bernomor polisi P 7221 UG di Jalur Bromo, Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Probolinggo.
Hasil pemeriksaan awal tim Traffic Accident Analysis (TAA) Ditlantas Polda Jatim menunjukkan tidak ada jejak pengereman di lokasi kejadian.
“Olah TKP dilakukan dengan jarak kurang lebih 60 meter, yang diduga sebagai titik awal tabrakan. Dari hasil olah TKP, kami tidak menemukan adanya jejak pengereman,” ujar Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Iwan Saktiadi, dalam konferensi pers di Mapolda Jatim, Selasa (16/9).
Benturan keras membuat sisi kanan bus, khususnya bagian kemudi, mengalami kerusakan parah.
Kaca depan dan kaca samping kanan pecah, sementara bodi kendaraan ringsek.
“Bodi juga mengalami deformasi (ringsek, Red), menandakan adanya benturan yang cukup keras di sisi kanan. Dari hasil hitungan TAA, kecepatan bus diperkirakan mencapai 64–80 km per jam,” imbuhnya.
Fakta ini diperkuat oleh keterangan korban selamat.
Mereka menyebut sebagian besar korban meninggal duduk di kursi sisi kanan bus berstiker “Black Mamba” itu.
“Berdasarkan keterangan saksi yang selamat, korban meninggal duduk di sisi kanan bus, tepatnya dari row keempat hingga ke belakang. Sementara saksi yang memberi keterangan ini duduk di row 1, 2, dan 3,” terang Kombes Pol Iwan.
Meski begitu, polisi belum bisa memastikan penyebab pasti kecelakaan maupun menetapkan tersangka.
Pemeriksaan dokumen menunjukkan administrasi bus dinyatakan lengkap dan laik jalan.
“Seluruhnya ini masih dugaan awal. Masih banyak kemungkinan lain yang akan kami dalami, termasuk analisis kecepatan kendaraan sebelum lokasi tabrakan,” tegasnya.
Selain itu, Kombes Pol Iwan juga mengungkapkan, hasil pemeriksaan terhadap sopir bus, Albahri, tidak ditemukan tanda-tanda pengaruh narkoba.
Kronologi Singkat
Kecelakaan terjadi pada Minggu (14/9), sekitar pukul 11.30 WIB.
Bus yang membawa rombongan tenaga kesehatan RS Bina Sehat Jember itu melintas di turunan Desa Boto.
Pada kondisi jalan menurun dan menikung ke kiri, bus diduga mengalami gagal fungsi rem.
Kendaraan pun menabrak pembatas jalan di sisi kanan.
Namun, bus tetap melaju sejauh 60 meter, sebelum akhirnya menabrak pagar rumah warga dan motor seorang kurir.
Insiden tragis ini menewaskan 7 orang di lokasi kejadian, dan 1 orang di rumah sakit.
Sementara 44 penumpang lainnya mengalami luka ringan hingga luka berat.
Dari total 52 penumpang, jumlah korban meninggal kemudian bertambah menjadi 9 orang.
Salah satu korban luka, Betty Nurcahya, meninggal dunia pada Selasa (16/9), sebelum menjalani operasi akibat cedera otak berat.
Hal itu dibenarkan owner RS Bina Sehat Jember, dr Faida, yang juga mantan Bupati Jember.
"Sesaat sebelum dipindah ke kamar operasi kondisinya menurun," ungkap Faida.
Editor : Imron Hidayatullahh