Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Air Mata di Desa Serut: Sekeluarga Tewas dalam Laka Bus Maut Bromo, Anak Sulung Hendra Kini Yatim Piatu!

Jumai RJ • Selasa, 16 September 2025 | 13:15 WIB
BERDUKA: Maslihah, ibu dari Wardatus Sholehah, istri Hendra Pratama, di rumah duka, Jalan Dusun Krajan, Desa Serut, Kecamatan Panti, bercerita kepada Camat dan anggota Polsek Panti, Senin (15/9).
BERDUKA: Maslihah, ibu dari Wardatus Sholehah, istri Hendra Pratama, di rumah duka, Jalan Dusun Krajan, Desa Serut, Kecamatan Panti, bercerita kepada Camat dan anggota Polsek Panti, Senin (15/9).

Radar Jember - Duka mendalam dialami, bocah kelas 4 SD di Desa Serut, Kecamatan Panti.

Bagaimana tidak, dia menjadi yatim piatu setelah kedua orang tua dan adiknya meninggal dunia karena kecelakaan bus.

Kecelakaan bus rombongan karyawan dan keluarga RS Bina Sehat Jember itu menyisakan banyak kisah pilu yang mendalam.

Salah satunya, dialami bocah kelas 4 SD bernama Muhammad Hisyam Al Azam.

Dia menjadi yatim piatu karena keluarganya tewas dalam tragedi kecelakaan tunggal sepulang dari Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Minggu (14/9).

Rumah korban pun banyak didatangi para warga yang bertakziah, kemarin (15/9).

Saat Jawa Pos Radar Jember tiba di rumah duka, kemarin, dua papan karangan bunga terpampang di halaman rumah korban dari owner RSBS dr Faida.

Di rumah yang berlokasi di Jalan A Yani, Dusun Krajan, Desa Serut, Kecamatan Panti, ini pula, Bupati Jember Muhammad Fawait dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga sempat takziah.

Dalam kecelakaan maut, 3 dari 8 korban meninggal yakni sekeluarga.

busBaca Juga: Kecelakaan Bus RSBS di Jalur Bromo Probolinggo, Dinkes Jember Kerahkan 13 Ambulans, Siaga Tangani Para Korban

Yaitu, pasangan suami istri (pasutri) Hendra Pratama, 37, dan Wardatus Sholehah, 35.

 Satu lagi yang meninggal dunia yakni Aiza Fahrani Agustin, 7, anak pasutri tersebut.

Di lokasi itu, pagi-pagi para petakziah dari keluarga korban, guru, dan perangkat desa setempat, dan para tetangga sudah berdatangan.

Di lokasi juga terlihat Camat Panti Hendra dan Babinkamtibmas Desa Serut Aipda Yudi Tri Aris Setiawan.

Di ruang tamu berukuran 2,5 x 3,5 meter itu, Maslihah, 56, ibu dari korban Wardatus Sholehah, tampak menangis.

Sesekali, dia menceritakan keluarganya.

Mereka cukup tabah, ketika anak pertamanya itu meninggal dalam kecelakaan bus rombongan rumah sakit tempat menantunya bekerja.

Dikatakan, sebelum anak pertamanya berangkat, keluarganya terlihat kurang ceria meskipun dia diajak suaminya rekreasi bersama karyawan dan keluarga lain dari RSBS.

“Saya sempat tanya, kamu kok berpakaian nyetil, tetapi terlihat biasa saja. Tidak menunjukkan rasa senang meskipun mau rekreasi,” kata Maslihah, ibu korban.

Menurutnya, Wardatus merupakan anak pertama dari tiga bersaudara.

Wardatus dikaruniai dua anak.

Satu laki-laki dan satu perempuan.

Ketika anak pertama yang duduk di kelas 4 SD diajak rekreasi, Hisyam, ia tak mau.

Sehingga wardatus dan suaminya hanya mengajak Aiza Fahrani Agustin, 7, siswi kelas 1 SD.

“Saya tidak mempunyai firasat kalau anak dan menantu serta cucu ini akan meninggal kecelakaan. Memang tidak ada tanda-tanda, hanya melihat anak saya kurang ceria ketika diajak rekreasi oleh suaminya. Semua takdir, siapa pun tidak tahu umur itu sampai kapan,” katanya.

Maslihah melanjutkan, Hendra, menantunya, sempat berpesan kepada adik kandungnya.

Jika meninggal dunia, dia tak mau dimakamkan di rumahnya.

Dia meminta agar dimakamkan di pemakaman keluarga di rumah Panti.

“Itu disampaikan oleh adik kandung korban sebelum bus rombongan mengalami kecelakaan saat pulang dari Bromo,” kata Maslihah yang baru mendengar kabar kecelakaan Minggu (14/9) sore lalu.

Minggu malam, sebelum jenazah para korban datang, dia bersama keluarganya langsung ke RSBS.

Di sana, para korban kemudian disalatkan secara bersama-sama dengan para korban yang lain.

Sumber Jawa Pos Radar Jember, korban Hendra Pratama yang merupakan karyawan RSBS juga menjadi takmir Masjid Sirojudin, Dusun Krajan, Desa Serut.

Korban dikenal aktif di setiap kegiatan di wilayahnya.

Sementara itu, Babinkamtibmas Desa Serut Aipda Yudi Tri Aris Setyawan mengatakan, tiga korban langsung dimakamkan di pemakaman keluarga, kemarin.

“Malam itu juga setelah ketiga jenazah sampai di rumah langsung dimakamkan. Lokasinya tidak jauh dari rumahnya. Sebelum meninggal suaminya sempat bilang kepada adiknya, kalau meninggal minta dimakamkan di rumahnya istrinya di Panti. Ketiga korban dimakamkan berdampingan,” jelas Yudi. (c2/nur)

 

 

 

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #RS Bina Sehat Jember #jalur wisata bromo #Laka Bus #RSBS