Radar Jember - Kereta odong-odong yang mengangkut 42 siswa, guru, dan wali murid tak hanya terguling.
Namun, kereta kelinci itu juga menimpa dua pengendara sepeda motor.
Masing-masing adalah pengendara sepeda motor Suzuki Shogun tanpa pelat nomor dan sepeda motor Yamaha Vega DK 3448 EM.
Setelah dua gerbong itu terguling, tiga orang mengalami luka parah. Dua orang ibu patah tulang tangan dan luka robek di bagian kepalanya.
Sementara, beberapa siswa TK yang hendak mengikuti pelatihan manasik haji juga harus dilarikan ke IGD Puskesmas Gumukmas.
Setelah mendapat penanganan pertama, tiga ibu yang terluka harus dirujuk ke RS Kaliwates Jember.
Menurut Muhtar Efendi, 44, warga setempat, odong-odong dari arah timur melaju dengan kecepatan tinggi.
Sesampainya di simpang tiga, sopir gugup karena ada pengendara sepeda motor datang dari arah selatan hendak menyeberang jalan.
“Karena jaraknya sudah dekat, sopir banting setir hingga mengakibatkan kereta odong-odong oleng dan terguling,” ucapnya.
Tergulingnya dua rangkaian di bagian belakang itu membuat penumpangnya ada yang terlempar ke aspal, bahkan ada yang terjepit kursi.
Saat itu juga dua pengendara sepeda motor terkena imbasnya dan terlibat kecelakaan.
Kasatlantas Polres Jember AKP Bernardus Bagas Simarmata saat itu langsung turun ke lokasi bersama Ipda Tommy Nur Alamsyah Kanit Laka Satlantas Polres Jember.
Atas insiden itu, pihaknya akan memberikan imbauan kepada pemilik odong-odong.
“Tidak sampai ada korban jiwa, hanya tiga penumpang harus dirujuk ke RS Kaliwates,” katanya.
Pihaknya meminta semua pemilik odong-odong agar lebih hati-hati dan mengutamakan keselamatan semua penumpang. (jum/c2/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh