Radar Jember – Kereta kelinci atau odong-odong yang mengangkut 42 siswa, guru, dan wali murid terguling.
Ini membuat kepanikan di lokasi.
Bahkan, sebelum kecelakaan terjadi, banyak yang sudah berteriak histeris.
Kasus kecelakaan ini, terjadi saat kereta odong-odong, berusaha menghindari kecelakaan karena ada sepeda motor yang menyeberang.
Lantaran itu, kereta kelinci yang disebut sempat melaju cepat ini terguling dan banyak yang menjadi korban.
Odong-odong yang disopiri M. Arifin, 56, warga Dusun Gadungan, Desa Kasiyan, Puger itu mengangkut siswa TK Dewi Masyitoh, guru, dan wali murid.
Dari sekolahnya di Desa Kasiyan, Kecamatan Puger, mereka menuju ke lapangan Desa Jombang untuk mengikuti pelatihan manasik haji.
Begitu sampai di simpang tiga Dusun Kebonan, Desa/Kecamatan Gumukmas, muncul pengendara sepeda motor dari arah selatan.
Demi menghindari kecelakaan, sopir banting setir hingga odong-odong tersebut terguling.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Namun, beberapa siswa, wali murid, dan guru harus dilarikan ke IGD Puskesmas Gumukmas.
Bahkan, ada yang harus dirujuk, karena mengalami luka patah, luka robek dan luka lecet.
Dari tiga rangkaian kereta kelinci itu hanya dua rangkaian yang terguling.
Ini setelah sopir M. Arifin banting setir ke kiri guna menghindari kecelakaan dengan pengendara sepeda motor yang hendak menyeberang jalan dari arah selatan.
Karena panik, sopir mencoba banting setir ke kiri.
Dua rangkaian paling belakang terguling.
Kanit Laka Satlantas Polres Jember Ipda Tommy Nur Alamsyah mengatakan, kecelakaan tunggal odong-odong itu karena sopir berusaha menghindari kecelakaan.
“Ada beberapa siswa TK dan orang tua serta guru mengalami luka ringan dan luka patah tulang, serta robek di bagian kepala. Tiga orang yang luka parah akhirnya dirujuk ke RS Kaliwates,” katanya. (jum/c2/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh