Radar Jember – Tikungan Mbah Singo di KM 36.800, Dusun Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, kini menjadi momok yang menakutkan bagi para sopir truk angkutan berat.
Di jalan nasional penghubung Jember- Banyuwangi ini sering terjadi kecelakaan tunggal karena kondisi jalannya dinilai terlalu miring.
Akibatnya, sering terjadi kecelakaan tunggal.
Belum seminggu di lokasi yang sama sudah empat kali kecelakaan tunggal yang dialami truk.
Bahkan, ada dua truk yang sempat kecelakaan yang membuat akses Jawa–Bali lintas selatan itu lumpuh total.
Kecelakaan terbaru tercatat pada hari Minggu (25/5/2025), Senin (26/5/2025), dan Selasa (27/5/2025).
Nah, Rabu (28/5) malam lalu, kecelakaan di tikungan Mbah Singo juga kembali terjadi.
Kali ini menimpa truk Hino Dutro nopol M 9022 UA, yang disopiri Sujarman, 42, warga Dusun Krajan, Desa jatisari, Kecamatan Arjasa, Situbondo.
Truk sarat muatan kotoran ayam yang hendak dikirim ke Bali terguling pada pukul 23.30, Rabu (28/5).
Tak ada korban jiwa dalam insiden itu.
Namun, jalan setempat tersendat, karena muatan kotoran ayam tumpah di jalan.
Truk merah ini juga terguling dan menutup separo jalan.
Polisi yang turun ke lokasi terpaksa memberlakukan sistem buka tutup pada akses Jalur Gumitir tersebut.
Selama proses evakuasi jalan setempat tersendat karena seluruh muatan truk harus diturunkan lebih dulu dan evakuasi truk baru dilakukan pukul 03.30, Kamis (29/5).
Setelah truk itu berhasil dievakuasi, tikungan Mbah Singo kembali terganggu.
Sebuah truk Fuso berpelat N 9738 UV yang disopiri Rido, 63, warga Kabupaten Kediri, mengalami pecah selang radiator.
Truk gandeng dengan muatan kayu sengon yang datang dari arah Banyuwangi ke Jember itu akhirnya berhenti di tikungan Mbah Singo.
Lagi-lagi jalan itu tersendat.
Kanit Laka Satlantas Polres Jember Ipda Tommy Nur Alamsyah mengatakan, kecelakaan tunggal menimpa truk muatan kotoran ayam itu karena per truk patah.
Sehingga di jalan yang miring, truk langsung terguling.
“Beruntung tidak ada kendaraan lewat saat terguling, sehingga tidak sampai ada korban jiwa,” jelasnya.
Menurutnya, kecelakaan tunggal yang sering terjadi akibat jalan terlalu miring di tikungan Mbah Singo itu layak menjadi perhatian dinas terkait.
Dikatakan, Satlantas Polres Jember sudah berkoordinasi dengan mengirim surat kepada Dishub dan diteruskan dengan surat ke Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Kementerian PUPR.
“Hal ini agar ada atensi dari nasional. Jalur Gumitir ini merupakan jalan nasional yang menghubungkan Jember- Banyuwangi,” kata Tommy.
Pihaknya mengimbau kepada sopir truk dengan muatan berat dan tinggi untuk lebih waspada.
Apalagi, kondisi jalan aspal di tikungan Mbah Singo itu dinilai terlalu miring.
“Kemiringan jalan aspal sangat dalam dan rawan terjadinya kecelakaan tunggal,” pungkasnya. (jum/c2/nur)
Baca Juga: Gadis 16 Tahun Meninggal Dunia setelah Dua Ban Belakang Honda Mobilio Pecah hingga Hantam Pohon
Editor : Imron Hidayatullahh