Radar Jember - Kecelakaan tunggal di Jalan Nasional Jember–Banyuwangi, Km 36.800, Dusun Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, terjadi empat kali dalam tiga pekan terakhir.
Bahkan, kasus kecelakaan kemarin yang membuat Jalur Gumitir lumpuh memaksa seorang ibu hamil (bumil) yang akan melahirkan balik arah.
Kecelakaan itu, kemarin, menimpa dua truk.
Satu pengangkut tebu dan satu lagi bermuatan kotoran ayam.
Akibat kecelakaan tunggal dua truk di tikungan Mbah Singo itu, Jalur Gumitir lumpuh total.
Saat itu, banyak orang yang terjebak kemacetan.
Antrean panjang pun tak terhindarkan.
Baik kendaraan umum maupun kendaraan pribadi ikut terjebak.
Saat kendaraan mengular, ada ibu hamil (bumil) dari arah Banyuwangi yang rencananya hendak melahirkan di rumah sakit yang ada di Jember.
Namun, bumil dan keluarganya harus mengurungkan niatnya.
Dengan terpaksa harus balik arah mengendarai kendaraan pribadi.
Bumil tersebut akhirnya direkomendasikan untuk menuju puskesmas di Kalibaru, yang terdekat.
Di lokasi, dari arah Jember sebenarnya sudah disiapkan mobil ambulans dari Puskesmas Silo 1, di lokasi kecelakaan.
Namun, saat bumil itu akan pindah, truk satu lagi mengalami kecelakaan, yang membuat jalur Gumitir lumpuh.
Hal ini pun mengharuskan bumil itu balik arah, karena tak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan ke Jember.
Kanit Lantas Polsek Silo Aipda Dwi Cahyo Utomo membenarkan adanya bumil yang harus balik arah itu, karena Jalur Gumitir tak bisa dilalui kendaraan saat dua truk terguling.
“Rencana awal memang mau dipindah ke mobil ambulans Puskesmas Silo 1 yang sudah siap di sekitar lokasi kecelakaan. Saat satu truk yang kecelakaan, tidak macet total dan hanya antrean panjang saja. Tetapi, setelah truk satu lagi terguling, jalan nasional itu macet total. Maka, ibu yang hendak melahirkan itu diminta untuk dibawa ke puskesmas terdekat,” katanya.
Menurut Cahyo, ada warga yang baru pulang dari puskesmas di Jember, juga harus diangkut menggunakan sepeda motor demi melewati kemacetan itu.
Cahyo menyebut, kecelakaan tunggal di tikungan Mbah Singo ini sudah 4 kali dalam tiga minggu terakhir.
Empat truk yang kecelakaan itu dua truk pengangkut tebu yang hendak dikirim ke IGG, Kecamatan Glenmore, dan dua truk pengangkut kotoran ayam yang hendak dikirim ke Banyuwangi.
Semua kecelakaan tunggal menimpa truk dari arah Jember.
Pihaknya mengimbau kepada setiap sopir truk dengan muatan berat, pada tikungan pertama sopir hendaknya mengambil jalur sebelah kiri.
Bukan jalur sebelah kanan.
“Di jalur kanan itu kondisi aspalnya sudah miring dan ada retakan. Rawan terjadi kecelakaan tunggal,” jelasnya.
Di lokasi, banyak sopir truk yang terjebak sejak proses evakuasi penurunan tebu hingga selesai.
Seperti dialami Sutriono, sopir truk asal Bangsalsari yang hendak ke Banyuwangi untuk mengantar pakan ikan.
“Saya terjebak 4 jam di Jalan Gumitir, karena ditambah kecelakaan yang menimpa truk muatan kotoran ayam. Padahal saya dekat dengan lokasi kecelakaan, tetapi harus menunggu proses evakuasi selesai pukul 05.00,“ katanya.
Hal ini juga banyak dialami para sopir yang telanjur naik di Jalur Gumitir.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, banyak sopir truk memilih memarkir truknya sebelum masuk Gumitir.
Sebab, truk muatan berat seperti muatan tebu itu rawan kecelakaan di tikungan Mbah Singo.
Apalagi jika bermuatan berat, dan jalan aspalnya sudah miring ditambah retakan. (jum/c2/nur)
Baca Juga: Pelakunya Diringkus, Kasus Siswi SD di Jember Disiram Kuah Bakso hingga Melepuh
Editor : Imron Hidayatullahh