SIDOMULO, Radar Jember – Hujan disertai angin kencang terjadi hampir diseluruh Kecamatan di wilayah Jember.
Sedikitnya ad 14 kecelakaan yang diterjang angina kencang pada Sabtu (22/3) sore.
Pohon tumbang terjadi di beberapa Kecamatan, seperti di Desa Wringtin Telu, Kecamatan Puger, Desa Ajung, Kecamatan Ajung, Kecamatan Kalisat. Kecamatan Rambipuji dan wilayah Gunung Gumitir, Kecamatan Silo. Serta ada beberapa rumah yang rusak tertimpa pohon.
Angin kencang di jalur Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo tepatnya di KM 25.300, Dusun Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo.
Pohon jenis keluncing, yang ada ditebing lahan milik Perhutani itu tumbang setelah diterjang angin.
Beruntung saat tumbang ke jalan penghubung Jember dengan Banyuwangi itu tidak ada kendaraan yang melintas. Sehingga tidak sampai ada korban jiwa.
Hanya saja, tumbangnya pohon berukuran besar itu mengakibatkan jalur Jember dengan Banyuwangi macet total.
Karena kayu berukuran besar itu tepat melintang ditengah jalan membutuhkan proses evakuasi cukup lama.
Proses evakuasi kayu yang melintas persis ditengah jalan itu melibatkan, Polsek Silo, Tim TRC BPBD Jember, Relawan gumitir dan warga sekitar.
AIPDA Dwi Cahyo Utomo kanitalnats Polsek Silo mengatakan, tumbangnya pohon yang ada dilahan Perhutani itu oleh tim relawan gumitir langsung dilaporkan ke petugas Polsek Silo.
Saat itu juga polsek berkoordinasi dengan TRC BPBD Jember, dan Relawan gumitir. Tumbangnya pohon ukuran besar itu juga dilaporkan ke Satlantas Polres Jember.
Beruntung tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Padahal sudah banyak warga yang mudik dari Bali. Warga yang mudik mulai memadati gumitir sejak pagi hingga sore.
“Saat pohon diatas tebing itu tumbang tidak satupun ada kendaraan yang lewat. Sehingga tidak sampai ada korban jiwa," kata AIPDA Dwi Cahyo Kanitlantas Polsek Silo.
Sementara AKP Bernardus Bagas Simarmata mengatakan, tumbangnya pohon dengan ukuran besar itu hingga terjadi antrian panjang.
Sementara untuk proses evakuasi pohon ditengah jalan itu butuh waktu sekitar 2 jam.
"Sehingga jalur Jember dengan Banyuwangi itu sempat macet 2 jam," katanya.
Setelah proses evakuasi selesai, dua kendaraan dari dua arah itu juga diberlakukan dengan sistem buka tutup.
Karena proses evakuasi pohon besar itu harus menggunakan gergaji mesin dan harus dipotong beberapa bagian.
Setelah dipotong, masih harus ditarik dengan menggunakan Jeep milik relawan gumitir dan milik personil BPBD Jember. Karena ukurannya pohon yang tumbang itu sangat besar.
Bagas, menghimbau kepada pengguna jalan yang melintas di jalur gumitir untuk lebih hati-hati. Terutama saat terjadi angina dan hujan deras, karena selain rawan pohon tumbang juga masih rawan terjadinya tanah longsor.
"Berhenti dulu ketika terjadi hujan disertai angin ketika mulai memasuki jalur gumitir," pungkas Bagas.(jum/bud).
Editor : M. Ainul Budi