Sebabkan Lima Korban Luka-luka
SUKOREJO, Radar Jember - Video aksi kejar-kejaran antara pengendara sepeda motor dengan mobil pikap di wilayah Jember viral di sosial media (Sosmed) Facebook.
Diketahui, aksi kejar-kejaran itu terjadi lantaran sopir pikap diduga menjadi pelaku tabrak lari yang terjadi, Sabtu (16/3) malam.
Informasinya, terdapat lima korban luka-luka akibat peristiwa itu.
Insiden tabrak lari itu diketahui terjadi di kawasan jalan nasional Desa Sukorejo, Kecamatan Sumbersari, Jember pada pukul 22.00 WIB.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember, pikap dengan nopol N 9931 YF melakukan aksi tabrak lari tepat di depan Alfamart Kalikotok.
Salah satu warga setempat Zaenuri mengatakan, semula mobil pikap itu berjalan dalam kondisi normal, namun secara tiba-tiba setelah melewati jembatan di sekitar lokasi kejadian kendaraan langsung melaju kencang.
"Awalnya mobil ini saya taunya berjalan pelan, tau-tau langsung ngebut setelah dari jembatan itu. Nah, baru tau kecelakaan waktu ada pelanggan yang bilang, itu langsung ramai sekitar jam 10 malam, ada yang ngejar. Korban ini jumlahnya kurang tau, tapi ada yang luka di bagian siku," kata pedagang toko klontong Madura itu, Minggu (16/3).
Warga lain Yuni mengaku, terdapat lima orang yang menjadi korban tabrak lari, semuanya mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke fasilitas kesehatan (Faskes) terdekat.
Aksi kejar-kejaran diakui sempat terjadi yang dilakukan oleh sejumlah pemuda.
"Ada lima kalau korbannya, itu dilarikan ke puskesmas kalau gasalah, ini ramai waktu kejadian, fokusnya ya ke pelaku ini jadi gaterlalu tau korban ini orang mana. Jadi kita cuma ngeshare aja di media itu biar ramai. Memang sempat kejar-kejaran dan di foto pelat nomor mobilnya sama anak-anak muda itu," bebernya, di lokasi kejadian.
Kanit Laka Satlantas Polres Jember Ipda Tommy Nur Alamsyah menjelaskan, peristiwa tabrak lari itu memang benar terjadi.
Kendaraan pikap diketahui berasal dari daerah Lumajang.
Untuk proses penyelidikan, pihaknya masih menunggu laporan dari para korban.
"Ini untuk identitas kendaraan dan pelaku sudah dikantongi, untuk upaya hukum harus menunggu dulu dari laporan korban. Jadi, kami imbau kepada korban untuk segera melaporkan agar segera ditangani dan kita ungkap," pungkasnya. (has/bud)
Editor : M. Ainul Budi