JEMBER, RADARJEMBER.ID – Di lokasi kecelakaan beruntun yang terjadi di jalan jurusan Surabaya-Jember, Kecamatan Sumberbaru, Jember yang melibatkan tiga kendaraan hingga menelan dua korban jiwa memang dikenal sering terjadi.
Karena disepanjang sungai panjang mulai dari setelah pos pantau ditikungan Kecamatan Semboro hingga ke Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru memang rawan terjadinya kecelakaan.
Karena jalan penghubung Jember dengan Surabaya itu jalannya lurus dan mulus.
Sehingga banyak sopir yang terlena saat mengemudikan kendaraannya terutama kendaraan roda empat dan kendaraan besar lainnya.
Padahal dari arah timur (Jember) itu ada beberapa persimpangan sehingga banyak kendaraan lain yang hendak menyebrang.
Salah satunya dijalan raya simpang empat Dusun Sadengan, Desa Rowotengah, Kecamatan Sumberbaru, Jember.
Sopir kadang jarang mengurangi laju kendaraanya dan menganggap tidak ada persimpangan.
Padahal sudah jelas sebelaum simpang empat sudah ada rambu lampu menyala kuning.
"Itu kan menandakan kalau ada persimpangan jalan, sehingga sopir harus berhati-hati atau mengurangi kecepatan kendaraannya. Apalagi di simpang empat Dusun Sadengan, Desa Rowotengah, Sumberbaru ini tempat berhentinya bus kalau dari arah Surabaya," kata Yahya, warga sekitar.
Seperti kecelakaan beruntun yang terjadi para Jumat (10/5/2024) lalu.
"Kalau misalnya sopir itu mengurangi kecepatannya disimpang empat itu mungkin tidak separah itu. Karena disimpang empat lokasi kecelakaan beruntun itu bukan hanya sekali atau dua kali, tetapi sudah sering sekali. Karena banyak pengendara dari dari arah batu Urip ke Rowotengah juga melintas di simpang empat itu," katanya.
Kejadian kecelakaan beruntun hingga melibatkan tiga kendaraan ini sudah yang kesekian kalinya.
Terutama pada malam hari kendaraan dari arah Jember – Surabaya kalau malam hari dengn kecepatan tinggi.
Sehingga jarang sekali memberi kesempatan pengendara lain yang akan menyebrang.
"Ya kalau bisa disimpang empat ini dipasang kamera CCTV," katanya.
Diberitakan sebelumnya kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan ini mengakibatkan 2 orang meningga dunia. Salah satunya penumpang mini bis Isuzu Elf P 7322 Q dan pejalan kaki.(jum/bud).
Editor : Radar Digital