JEMBER, RADARJEMBER.ID - Perbaikan jembatan yang ambles di Jalan Otto Iskandardinata, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Jember pada Senin (18/3/2024) membuat sejumlah arus lalu lintas di alihhkan.
Sehingga jalan Provinsi penghubung Surabaya-Banyuwangi untuk sementara ditutup.
Untuk sementara semua kendaraan besar seperti truk tronton, bus dan truk gandeng harus melewati jalan alternative.
Penutupan Jalan Otto Iskandardinata, Kelurahan Mangli, Kaliwates, Jember itu selama perbaikan jalan yang ambles itu ditarget selesai hingga dua minggu kedepan.
Karena perbaikan itu dibongkar total dan jembatan yang awalnya dari gorong-gorong diganti dengan box culvert dari bahan beton.
Sehingga dalam perbaikan itu membutuhkan waktu sekitar dua mingguan mulai Senin (18/3/2024) hingga Jumat (03/4/2024) kedepan.
Untuk kendaraan besar yang dari arah Surabaya harus belok ke arah kanan ke jurusan Balung disimpang tiga Kaliputi, Kecamatan Rambipuji.
Sehingga kendaraan besar itu melawati jalan Wuluhan, Ambulu, Jenggawah dan Ajung.
Tetapi karena minimnya rambu petunjuk arah ke Banyuwangi maka banyak kendaraan besar salah masuk.
Seperti yang dialami beberapa sopir salah masuk karena tidak adanya rambu yang dipasang.
Dua tronton dengan muatan asbes malah nyasar ke arah Tempurejo.
Sopir berbelok kanan disimpang lampu merah Jenggawah kearah Tempurejo.
Padahal seharusnya kendaraan besar dengan muatan berat dariarah Ambulu kearah Banyuwangi belok kanan dilampu merah pasar Ajung.
Seharusnya disimpang tiga lampu merah Koramil Jengawah ada spanduk petunjuk ke arah Ajung.
Sehinga sopir truk yang dari luar kota tidak salah jalan masuk.
"Karena sejak ditutupnya jalan Otto Iskandardinata akibat perbaikan itu banyak truk salah masuk," kata Fajar Kusrniawan, warga Dusun Krajan, Desa Wonojati, Jenggawah, Jember.
Rata-rata sopir yang salah masuk itu kendaraan besar dengan mata berat dan mereka belum pernah lewat.
"Apalagi perbaikan itu diperkirakan selesai dua mingguan. Dinas terkait seperti Dinas PU Bina Marga Propinsi harus memasang di beberapa titik persimpangan. Termasuk di simang tiga (lampu merah) Jenggawah ini. Kasihan para sopir yang suda terlanjur salah masuk dan cukup jauh," pungkasnya. (jum/bud).
Editor : Radar Digital