Radar Jember – Tren peralihan dari penggunaan mobil berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik kian menigkat dalam beberapa tahun terakhir.
Termasuk kendaraan yang memadukan keduanya, mesin bensin dan motor listrik.
Namun, rupanya mobil berteknologi hybrid bukan hal baru.
Sejarah mobil hybrid telah berlangsung lebih dari 100 tahun.
Mobil hybrid didefinisikan sebagai mobil yang menggunakan dua sumber tenaga.
Sistem penggerak hybrid yang paling umum menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik.
Mobil-mobil itu kini dikenal sebagai hybrid electric vehicles (HEV).
Meskipun tampak sebagai fenomena baru di dunia otomtif, teknologi ini sebenarnya telah ada sejak terciptanya mobil.
Faktanya, produsen mobil telah mengembangkan dan membangun mobil hybrid sejak awal industri otomotif. Sejak 1990-an.
Pada tahun 1989, Ferdinand Porsche, pria asal Austria, memperkenalkan inovasi luar biasa: mobil hybrid pertama di dunia.
Pada tahun 1900, ketika bekerja untuk perusahaan milik pengusaha Austria, Ludwig Lohner, Ferdinand Porsche menciptakan sebuah kendaraan revolusioner.
Kendaraan yang pertama kalinya memadukan tenaga listrik dan mesin pembakaran internal.
Mobil tersebut awalnya diperkenalkan dalam pameran dunia di Paris sebagai kendaraan listrik murni dengan motor listrik yang ditempatkan langsung pada penggerak roda depan.
Sebuah teknologi yang sangat maju untuk zamannya.
Melihat keterbatasan baterai dan jarak tempuh yang pendek, Porsche kemudian mengembangkan versi lanjutan dari mobil ini, yang disebut Lohner-Porsche Mixte Hybrid.
Kendaraan ini menggunakan mesin bensin kecil yang berfungsi sebagai generator untuk mengisi baterai dan memberikan tenaga tambahan ke motor listrik.
Ini merupakan sistem hybrid seri pertama di dunia, dan menjadi cikal bakal kendaraan hybrid modern yang kita kenal sekarang.
Meski Lohner-Porsche Mixte tidak diproduksi massal dalam jumlah besar karena keterbatasan teknologi dan biaya, konsepnya membuka jalan bagi perkembangan kendaraan ramah lingkungan.
Lebih dari satu abad kemudian, perusahaan-perusahaan otomotif besar baru mulai mengadopsi teknologi hybrid secara luas.
Ferdinand Porsche, yang kemudian mendirikan merek otomotif legendaris Porsche, dikenang bukan hanya sebagai desainer mobil sport.
Tetapi juga sebagai pelopor teknologi otomotif berkelanjutan.
Editor : Imron Hidayatullahh