Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Vespa Kayu yang Dimodifikasi Sedemikian Apik

Safitri • Jumat, 2 September 2022 | 21:07 WIB
DEMI KESELAMATAN: Arif Eko Yustanto mengenakan pelampung saat berjaga di salah satu kapal penyeberangan dari Merak-Bakauheni, beberapa waktu lalu.
DEMI KESELAMATAN: Arif Eko Yustanto mengenakan pelampung saat berjaga di salah satu kapal penyeberangan dari Merak-Bakauheni, beberapa waktu lalu.
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Vespa itu unik. Walau motor lama, tapi tetap digandrungi oleh banyak orang. Bahannya juga asli besi, bukan plastik seperti campuran pada sepeda motor sekarang. Nah, apa jadinya kalau vespa dibuat dari kayu dan bisa touring ratusan kilometer jauhnya hingga keliling Indonesia.

Ya, pemilik vespa PX150E yang dimodifikasi dengan kayu itu adalah Edi Hartono. Vespa miliknya itu diberi nama Veyu, dan sudah menjelajah sampai keliling Indonesia.

Berawal dari rasa iseng dan penasaran, pria asal Desa Kemuning, Kecamatan Jenggawah, itu melihat ada beberapa batang pohon yang ditebang di depan rumahnya. Dia lantas memodifikasi vespa tersebut dengan konsep vespa pohon yang bisa mengangkut dua penumpang. "Inspirasinya gak sengaja karena kebetulan ada pohon yang ditebang di depan rumah. Motivasinya sih iseng aja, eh malah jadi vespa," ujarnya.

Veyu yang dibuat pada tahun 2013 di Kemuning itu menghabiskan dana Rp 2 juta. Batang pohon yang digunakan pad Veyu pun mendapat perawatan khusus seperti disiram solar, oli, dan kamper setiap bulannya. Untuk ban belakang, Edi mengaku memakai tiga ban.

Bukan hanya unik, Veyu ini menjadi legendaris karena sejarahnya yang sudah mengelilingi Indonesia. Mulai dari pulau Papua hingga Aceh sudah diarunginya. “Ga kepikiran kalau mau keliling Indonesia. Awalnya hanya ke Bali, cuma tanggung, jadi ke Lombok sekalian, sampai Papua,” terangnya.

Edi menjelaskan, dalam perjalanannya dia sering mengalami kendala mesin. Mulai dari kelistrikan, karburator, kabel kopling putus, dan masih banyak kendala lainnya. Namun, dia mengaku dirinya tak merasa kesusahan untuk mengatasi hal tersebut, karena banyak teman scooterist Indonesia yang siap membantu.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam perjalanannya yaitu polisi. Bentuk motor yang tidak wajar dan identitas kendaraan yang tidak jelas membuat Edi selalu melakukan perjalanan malam hari. “Mau jalan siang takut ada polisi. Jadi, malam aja, lagian juga enak ga panas,” jelasnya.

Untuk melakukan perjalanan panjang menggunakan vespa pohon sangat membutuhkan tenaga yang ekstra. Namun, untuk urusan biaya, Edi mengaku tidak menghitung. Sebab, awal dia melakukan perjalanan hanya mengantongi uang tiga juta. Tapi, di sela-sela perjalanan, Edi juga melakukan kerja sampingan. “Pernah itu saya di Sumatra kerja ngecat pagar, diajak scooterist sana,” katanya.

Berawal dari ketidaksengajaan, Edi menciptakan sejarah baru dunia pervespaan Indonesia. Vespa yang terbuat dari pohon berhasil mengarungi Republik Indonesia. Hingga kini vespa tersebut sering masuk dalam kontes maupun festival vespa di Indonesia. Salah satunya festival vespa di Jember. (c2/nur) Editor : Safitri
#Jember #vespa