Dosen Politeknik Negeri Jember (Polije), Wiryawan menjelaskan, meski pengguna medsos para anak muda, namun ada juga pengguna media sosial yang di bawah umur dan orang tua. “Tanggapan saya mengenai peretasan media sosial lebih kepada seberapa sadar pengguna media sosial terhadap data-data privasi seperti username, password yang telah dibuat,” ujar Wiryawan.
BACA JUGA: Anggap Hacker Masih Belajar, tapi Semua Situs OPD Bondowoso Diretas
Menurutnya, anak muda bisa mengatasi keamanan akun media sosial. Justru para orang tua dan anak di bawah umur yang harus berhati-hati terhadap kasus peretasan media sosial. Para orang tua dan anak di bawah umur perlu membuat password yang lebih susah, sehingga akun media sosial seperti Instagram, Facebook, atau yang lain tidak mudah diretas.
Wiryawan memberikan tips jitu kepada para pengguna media sosial. Gunanya mencegah peretasan. “Tips yang pertama dari saya yaitu, jika membuat password untuk akun media sosial sebaiknya gunakan kombinasi huruf besar, huruf kecil, simbol, dan angka,” katanya.
Tips kedua yaitu, jika sudah membuat akun media sosial disarankan untuk mengaktifkan verifikasi dua langkah untuk mengantisipasi terjadinya peretasan media sosial. “Tips ketiga sebaiknya gunakan media sosial yang di-download dari aplikasi tepercaya seperti Google Play Store. Jangan terpengaruh men-download aplikasi yang sudah dimodifikasi meskipun fiturnya lebih banyak,” ujar Wiryawan.
Hal penting lain yang perlu dilakukan, orang tua juga harus mengawasi anak-anak di bawah umur agar lebih berhati-hati dalam menggunakan medsos. Jika media sosial sudah diretas, data-data penting seperti password, akun Google, dapat diketahui bahkan dapat membahayakan, karena datanya berpotensi disalahgunakan.
Dikatakan, medsos paling banyak diretas atau dibobol adalah Facebook. Rata-rata penggunanya orang tua. Biasanya orang tua tidak mengetahui bagaimana cara membuat password agar lebih aman dari peretasan media sosial. Maraknya aplikasi yang sudah dimodifikasi membuat para pengguna media sosial tergiur dan penasaran dengan aplikasi tersebut, terutama aplikasi WhatsApp. Meskipun fitur yang ditawarkan sangat banyak, namun siapa sangka aplikasi modifikasi lebih mudah diretas. (*)
Reporter: Dwi Ayu Wulandari
Foto : Dwi Ayu Wulandari
Editor : Nur Hariri Editor : Maulana Ijal