JEMBER, RADARJEMBER.ID- Lokasi gedung Jember Nusantara (JN) berhadapan langsung dengan Alun-Alun Jember. Ini menjadi salah satu aset pemerintah daerah yang cukup berharga.
Selain memiliki sejarah panjang, keberadaan gedung lima lantai ini digadang-gadang bisa menjadi motor penggerak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sebagaimana diketahui, gedung yang dulunya dikenal dengan nama eks Bank Harapan Sentosa (BHS) ini sempat mendapat peremajaan dari pemda pada tahun 2023.
Pemkab Jember rela menggelontorkan anggaran mencapai Rp 1,87 miliar agar gedung tersebut bersolek dan memiliki daya tarik tersendiri.
Namun, meski dana renovasi sudah dikeluarkan, masih ada yang harus dikerjakan agar gedung JN bisa dipakai.
"Kalau tidak terencana, bisa jadi tiga sebab. Perencanaannya lemah, penganggaran yang tidak terencana, atau perencanaan sudah betul, tapi eksekutor/dinas terkait yang tidak bisa melaksanakan sesuai perencanaan," kata Alfian Andri Wijaya, anggota Komisi B DPRD Jember.
Menurutnya, Komisi B dalam kesempatan bertemu dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopum) Jember, sempat membahas perihal rencana gedung JN yang dijadikan tempat display produk dan pusat kegiatan UMKM Jember.
Namun, dewan belum mengetahui kejelasannya. "Sejak awal Dinas Koperasi sudah memaparkan. Sekarang kalau belum terlaksana atau tidak bisa melaksanakan, itu yang perlu dijelaskan oleh Dinas Koperasi. Mengapa?" tanya Alfian.
Berbicara mengenai kebermanfaatan gedung lima lantai tersebut, Alfian berpandangan, semestinya pemerintah daerah bisa memanfaatkan untuk berbagai keperluan, selain menjadi display UMKM.
Dia mencontohkan, salah satunya memfungsikan sebagai tempat pelayanan publik, sebagai museum di salah satu lantainya, atau menjadi galeri Jember. Seperti yang banyak disuarakan oleh sejarawan dan budayawan Jember.
Lokasinya yang strategis di jantung kota, pusat keramaian, ditambah dengan wajah gedung yang sangat megah serta sudah tampil menawan, dirasa banyak kebermanfaatan yang semestinya bisa diinisiasi oleh pemerintah.
"Sebenarnya ada manfaat yang lebih besar yang bisa didapatkan dari gedung megah ini. Tinggal kemauan dan inovasi dari pemerintah melalui OPD-OPD ini saja. Masalahnya kan di situ," imbuhnya.
Selain itu, politisi Gerindra itu menyarankan, jika pemerintah ingin menggeliatkan UMKM, maka cara yang bisa ditempuh dan dianggapnya efektif yakni dengan mengatur penataan PKL dan UMKM di setiap alun-alun atau RTH di kecamatan-kecamatan. Langkah itu dianggap solusi tepat dan banyak dibuktikan oleh kabupaten/kota lain di luar daerah Jember. (mau/c2/nur)
Editor : Alvioniza