JEMBER, RADARJEMBER.ID- Gunung Gumitir dikenal dengan banyaknya tikungan tajam.
Tanjakan dan jalan menurun juga menjadi hal yang cukup menantang.
Hal tersebut juga menyumbang terjadinya kecelakaan lalu lintas, sehingga ada warga yang memilih menjadi relawan yang dikenal dengan sebutan awe-awe.
Sore itu di wilayah jalan Gunung Gumitir hujan deras. Namun, lalu lalang kendaraan roda dua dan roda empat tetap ramai.
Bunyi suara peluit terdengar jelas hampir di setiap tikungan tajam di tempat tersebut.
Tangan warga itu juga terlihat melambai. Kadang digerakkan ke atas ke bawah, sebagai isyarat agar pengendara berhati-hati.
Tak jarang gerakan tangannya juga menandakan untuk berhenti. Sebab, dari arah berlawanan ada kendaraan lain yang akan melintas.
Aktivitas tersebut dilakukan setiap hari. Keberadaan awe-awe memang cukup membantu di tikungan tajam.
Salah satu awe-awe di Jalan Gumitir bernama Hariyanto. Dia menceritakan kejadian-kejadian yang pernah dialaminya.
Termasuk ketika mencoba mengatur kendaraan di tikungan tajam. Tak jarang pengendara yang mengabaikan pria tersebut.
Hariyanto mengaku sengaja menjadi awe-awe karena tidak ingin terjadi kecelakaan di wilayah Gumitir. Jalan tersebut memang cukup ekstrem, karena terdapat banyak tanjakan curam dan tikungan tajam.
Sehingga pengendara tidak bisa melihat kendaraan dari arah berlawanan. Jika tidak ada awe-awe, insiden tabrakan akan lebih sering terjadi.
Selain mengatur kendaraan agar mengurangi kecepatan di tikungan tajam, Hariyanto juga mengaku selalu memberikan informasi kepada petugas ketika terjadi kecelakaan lalu lintas, kemacetan, bencana, dan sebagainya.
“Kalau pas ada kecelakaan, pasti saya kabari teman-teman wartawan dulu. Kemudian petugas, agar datang ke lokasi,” katanya sembari tertawa.
Dia mengatakan sengaja melakukan itu agar insiden yang terjadi segera ditangani oleh petugas. Supaya arus lalu lintas tetap normal seperti biasa. Biasanya ketika terjadi insiden, kemacetan tidak dapat terhindarkan.
“Kalau sudah macet bisa berjam-jam kan. Kasihan para pengendara itu,” tuturnya.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Tosan. Hampir setiap hari pria tersebut melakukan aktivitas sebagai awe-awe.
Dengan tujuan meminimalisasi terjadinya tabrakan di tikungan tajam. Sebab, di tempat itu hampir tidak ditemukan kaca cembung untuk melihat kendaraan dari arah berlawanan.
“Kalau ada kecelakaan gitu, kami langsung infokan di relawan Gumitir,” pungkasnya.
Tosan juga melakukan hal yang sama seperti Hariyanto. Dia sering ikut membantu memberi arahan kepada pengendara dan memberi peringatan agar berhati-hati.
Tak jarang pria ini juga sering menyetop kendaraan agar bergantian saat melintasi tikungan tajam. (nur/c2/nur)
Editor : Alvioniza