Meliputi faktor manusia, kendaraan, jalan, dan lingkungan.
"Penyebab utama kecelakaan yang terjadi adalah jarak pandang pada tikungan yang kurang memadai, sehingga menyusahkan pengemudi untuk melewati tikungan. Kebebasan samping yang sesuai dengan jarak pandang diperlukan untuk menjamin jarak pandang pada tikungan terpenuhi," sebutnya.
Faktor manusia yang dimaksud adalah pengendara kelelahan saat melalui jalur ekstrem, sehingga laju kendaraan tidak stabil.
"Faktor manusia seperti mengantuk, kelelahan, dan tidak fokus terhadap jarak pandang jalur," jelasnya.
Kemudian, faktor kedua yaitu kondisi kendaraan. Dengan medan yang ekstrem, kondisi kendaraan menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.
Sebab, sering kali yang menjadi faktor kecelakaan adalah kondisi kendaraan yang kurang baik.
"Bisa jadi muatan yang berlebihan, kondisi mesin, rem, dan roda kendaraan," lanjutnya.
Dikatakan, faktor jalan dan lingkungan juga perlu diperhatikan.
Pada dasarnya di medan pegunungan, jalan yang memungkinkan aman untuk dilalui ialah memutari jalur.
Sehingga perlu adanya penyesuaian pada geometrik jalan sesuai standar.
"Jika lebar jalan dirasa sudah sesuai standar, tidak perlu ada pelebaran, sehingga jarak pandang masih bisa dijangkau dan tidak menyebabkan jalan ambles atau longsor," ujarnya.
Dia pun merekomendasikan beberapa hal agar Jalur Gumitir aman.
Mulai dari pemasangan rambu-rambu yang lengkap dan pemasangan pagar pengaman yang berfungsi sebagai pelindung kendaraan.
Selain itu mengoptimalkan cermin cembung, penerangan jalan yang memadai, dan membuat barier pada titik rawan longsor.
Selain itu, kesiapan pengemudi dan kesiapan kendaraan penting diperhatikan. (mg2/c2/nur)
Editor : Alvioniza