LUMAJANG, Radar Jember – Ajang Lumajang Archery Tournament 2026 menjadi panggung uji kemampuan bagi atlet panahan Jember. Dua klub, Tunas Muda Archery (TMA) Dharaka Yudha dan Fast X-Ten Jember, turun bukan sekadar berburu podium.
Turnamen ini sebagai sarana pelatih untuk membaca peta kekuatan menuju Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2027.
Sebanyak 550 atlet dari 38 klub bertanding di Stadion Semeru, Lumajang, akhir pekan lalu.
Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Jember memang tidak membawa satu nama kontingen karena beberapa divisi ganda, sehingga pemanah tampil dari klub masing-masing.
Meski begitu, targetnya tetap sama: mengukur skor dan mental tanding atlet.
“Ini sebagai tolak ukur atlet calon Popda dan Porprov, termasuk melihat mental bertanding mereka,” kata Tria Mega Puspitasari, Ketua Perpani Jember kepada Jawa Pos Radar Jember.
Hasilnya cukup menjanjikan. Kekuatan Jember terlihat merata di berbagai kelompok usia, terutama sektor U-19 putri yang tampil dominan.
Pada nomor standar bow jarak 40 meter, atlet Jember memborong semua medali, yakni medali emas, perak dan perunggu.
“Ini jadi acuan bahwa kami cukup kuat di divisi standar bow. Apalagi divisi ini juga identik dengan nomor Popda dan Porprov,” ujarnya.
Pertandingan juga banyak ditentukan lewat shoot off, momen satu anak panah penentu kemenangan saat skor imbang. Atlet Jember bahkan mendapat julukan “master of shoot off” karena berulang kali menghadapi situasi tersebut.
Meski sempat tiga kali gagal merebut perunggu akibat salah fokus hingga kalah tipis, pengalaman ini dianggap penting untuk pembentukan mental.
Secara keseluruhan, TMA Dharaka Yudha mengoleksi empat emas, tiga perak, dan tujuh perunggu. Sedangkan X-Ten menyumbang dua perak dan tiga perunggu.
Total, Jember membawa pulang 19 medali dari 50 atlet Jember yang bertanding.
Catatan skor serta konsistensi tembakan kini menjadi bahan evaluasi pelatih sebelum memasuki program pembinaan lanjutan. “Dari sini kami tahu standar skor yang harus dikejar anak-anak untuk menyiapkan Popda dan Porprov,” pungkasnya. (kin/dwi)
Editor : M. Ainul Budi