MALANG, Radar Ijen - Ambisi Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia untuk menjadi Tim pertama yang mengunci ticket babak final four Proliga 2026 harus tertunda, setelah mereka menelan dua kali kekalahan beruntun.
Diketahui, dalam laga lanjutan Proliga 2026 yang dilaksanakan di Gor Ken Arok, Malang. Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia mendapatkan dua Kali kekalahan beruntun, setelah sebelumnya dalam 7 pertandingan terakhir tak terkalahkan.
Pada laga Perdana lanjutan Proliga 2026 seri Malang, Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia harus mengakui keunggulan dari Tim Jakarta Popsivo Polwan. Mereka taklukndengan skor set 1-3.
Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia kemudian kembali harus mengakui kekalahan keduanya, atas Jakarta Livin Mandiri yang diperkuat Yolla Yuliana. Mereka juga Ditumbangkan dengan skor set 1-3.
Dua kekalahan tersebut membuat Misi Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia untuk menjadi Tim pertama yang mendapatkan tiket final four Proliga 2026 harus tertunda. Serta harus menunggu pertandingan Selanjutnya.
Padahal, jika Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia menang atas Jakarta Livin Mandiri yang berada pada Posisi kelima Klasemen sementara Proliga 2026, mereka dipastikan menjadi Tim pertama yang mendapatkan tiket.
Absennya salah satu pemain asing Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia di posisi outside hitter, Aleksandra Bytsenko menjadi lubang besar yang gagal ditambal dengan sempurna oleh barisan pemain lokal.
Ketidakhadiran Aleksandra Bytsenko benar-benar mengubah peta permainan. Tanpa daya dobrak yang biasanya menjadi tumpuan di poin-poin kritis, serangan GPP sering kali terbaca oleh blok lawan.
Meski pemain lokal sudah berjibaku menahan gempuran, efektivitas serangan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia merosot tajam. Hal itu dimanfaatkan dengan Baik oleh Lawan, untuk melancarkan serangan.
Dua kekalahan beruntun ini menjadi alarm keras bagi manajemen Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia. Mengingat mereka adalah pemuncak klasemen sementara Proliga 2026, sebelum memasuki seri Malang.
Kesalahan elementer seperti service error dan komunikasi di area pertahanan belakang masih sering terlihat. Jika tidak segera dibenahi, mimpi untuk mengangkat trofi musim ini bisa sirna lebih cepat.
Selain tak Diperkuat pemain asing, Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia juga tak ditemani pelatih utama mereka, Alessandro Lodi. Sehingga tak bisa memberikan strategi dan instruksi dari pinggir lapangan langsung. (*)
Editor : M. Ainul Budi