LAS VEGAS, Radar Jember - Duel panas tersaji di ajang UFC 324 ketika Justin Gaethje sukses menundukkan Paddy Pimblett dalam laga utama kelas ringan.
Pertarungan yang berlangsung sengit itu berakhir dengan kemenangan Gaethje, sekaligus mengantarkannya meraih sabuk interim untuk kedua kalinya dalam kariernya.
Sejak ronde pertama, Gaethje tampil agresif dengan tekanan konstan dan pukulan keras yang menjadi ciri khasnya.
Pimblett mencoba membalas lewat pergerakan cepat dan kombinasi serangan, namun Gaethje terlihat lebih efektif dalam mendaratkan pukulan bersih.
Memasuki ronde kedua dan ketiga, intensitas laga semakin meningkat.
Pimblett beberapa kali berusaha membawa pertarungan ke ground untuk memanfaatkan kemampuan grappling-nya, namun Gaethje mampu bertahan dan kembali menguasai pertarungan di posisi berdiri.
Ronde keempat menjadi titik krusial ketika Gaethje semakin mendominasi dengan pukulan jarak dekat yang membuat Pimblett terlihat mulai kelelahan.
Meski demikian, petarung asal Inggris itu tetap menunjukkan mental baja dan terus bertarung hingga bel berbunyi.
Pada ronde kelima, kedua petarung mengerahkan sisa tenaga mereka.
Gaethje tampil lebih tenang dan disiplin, sementara Pimblett mencoba mengejar ketertinggalan dengan serangan agresif demi membalikkan keadaan.
Setelah lima ronde penuh, dewan juri akhirnya memberikan kemenangan mutlak kepada Justin Gaethje.
Keputusan tersebut disambut sorak sorai penonton yang menyaksikan salah satu pertarungan paling keras di UFC 324.
Kemenangan ini memastikan Gaethje kembali memegang sabuk interim kelas ringan, sekaligus mempertegas posisinya sebagai salah satu petarung paling berbahaya di divisi tersebut.
Bagi Pimblett, kekalahan ini menjadi ujian besar dalam kariernya di UFC.
Meski gagal merebut sabuk, penampilannya tetap mendapat apresiasi karena keberanian dan daya juangnya menghadapi lawan berpengalaman.
UFC 324 pun dikenang sebagai malam penuh aksi, dengan duel Gaethje vs Pimblett menjadi pusat perhatian para penggemar MMA dunia. (faq)
Editor : M. Ainul Budi