MEDAN, Radar Ijen - Pasca menjalani dua laga di Proliga 2026, akhirnya Surabaya Samator mendapatkan poin dan kemenangan perdana, Sabtu (17/1) malam.
Dalam pertandingan pekan kedua Proliga 2026 itu, Surabaya Samator berhadapan dengan Tim Falcons Tirta Bhagasasi. Kedua tim tampil ngotot, sehingga pertandingan berjalan hingga set ke-lima.
Diketahui, Surabaya Samator unggul terlebih dahulu atas Tim Falcons Tirta Bhagasasi pada set pertama, dengan skor 25 - 22 poin.
Pada set kedua dan ketiga, Tim Falcons Tirta Bhagasasi berhasil membalikan keunggulan. Mereka unggul atas Surabaya Samator dengan poin, 23-25 dan 19-25.
Set keempat menjadi kebangkitan bagi Surabaya Samator, Rama Fazza Fauzan dan kawan-kawan tampil lebih dominan dalam melakukan block dan spike.
Akhirnya pertandingan set keempat berakhir dengan skor 25-17 kemenangan untuk Surabaya Samator. Hal tersebut membuat laga harus berlanjut hingga set kelima.
Poin ketat sejak awal set kelima terjadi, kedua tim bermain lebih menekan. Bahkan sempat terjadi beberapa kali deuce.
Hingga poin akhir 21-19 penanda kemenangan perdana untuk Surabaya Samator di Proliga 2026.
Pasca pada pertandingan perdana mereka harus mengakui keunggulan Jakarta Bhayangkara Presisi.
Sosok Rama Fazza Fauzan yang digadang-gadang menjadi penerus Rivan Nurmulki, mampu menjalankan tugasnya dengan baik.
Rama Fazza Fauzan mampu mencuri poin dengan spike tajam yang dia miliki, hal tersebut menjadi salah satu penentu kemenangan pada set kelima ketika menghadapi Falcons Tirta Bhagasasi.
Baca Juga: Dihantam Pohon Tumbang Saat Perjalanan Mengunjungi Pondoknya, Pasutri di Bondowoso Luka-luka
Opposite andalan Surabaya Samator itu, dalam pertandingan tersebut mendapatkan 21 poin, menjadi Top Skor kedua setelah Luvi Febrian Nugraha dengan raihan 25 poin.
Selain Rama Fazza Fauzan, nama Ageng Wardoyo juga menjadi salah satu pemain kunci dari kemenangan Surabaya Samator.
Ageng Wardoyo yang sempat absen beberapa tahun itu, mendapatkan poin 19. Kemampuannya dalam melakukan spike tak perlu diragukan lagi.
Meski sebelumnya sempat ditempatkan pada posisi libero. Hingga akhirnya come back di Livoli bersama Rivan Nurmulki di Tim Eka Mandiri dan menjadi juara Livoli Divisi I.
Dua pemain di atas tampil cukup impresif bagi Surabaya Samator.
Dengan umpan manja dari setter asing mereka Taboada. (*)
Editor : M. Ainul Budi